Wali Kota Batu Resmikan Huntara untuk Pengungsi Brau

TIMESINDONESIA, BATU – Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi memahami beratnya situasi yang dialami oleh pengungsi tanah retak Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Namun ia mengajak warga agar ikhlas menjalaninya sebagai bentuk ikhtiar mencari keselamatan bersama.

Pasalnya dari waktu ke waktu retakan tanah di sekitar tempat tinggal mereka semakin parah dan beresiko longsor hingga membahayakan 15 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan ini. Karena itu, Pemkot Batu membangun Hunian Sementara (Huntara) yang diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi, Sabtu (8/5/2021) sore.

Meski masih bersifat sementara, wajah-wajah bahagia terlihat dari warga Dusun Brau yang berada di pengungsian, karena mulai hari ini mereka tinggal ditempat yang lebih aman dan nyaman serta tidak perlu tinggal lagi di tenda pengungsian.

“Alhamdulillah bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman untuk para pengungsi, sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang pembangunannya dilaksanakan tahun 2021 ini,” kata Dra Hj Dewanti.

Peresmian Huntara ini ditandai dengan pemotongan pita serta penyerahan kunci kepada perwakilan 15 kepala keluarga yang akan tinggal ditempat ini. “Kami mencarikan tempat yang aman, tidak hanya layak,” katanya.

Kesekian kalinya, wali kota berpesan agar warga tidak nekat menempati rumah yang lama karena sangat berbahaya. “Saya memahami bahwa meninggalkan tempat hunian yang lama susah, tetapi warga tetap harus ikhlas hijrah untuk keselamatan bersama,” katanya.

Huntara yang dibangun semi permanen ini lokasinya berada tidak jauh dari lokasi bencana tanah longsor. Tepatnya berada di belakang SDN 04 Desa Gunungsari di atas lahan kurang lebih 1500 meter persegi.

Huntara ini didesain bersih dan rapi sehingga pengungsi kerasan. Bahkan ditempat ini disediakan pojok literasi untuk anak-anak pengungsi membaca buku. Bukan hanya bangunan, Pemkot Batu membantu sarana prasarana mebeler seperti Kasur, bantal dan kebutuhan lain.

Tanah yang dipergunakan tersebut adalah tanah milik warga yang disewa selama satu tahun. Setiap ruangan di Huntara luasnya kurang lebih 4×6 meter terdiri dari dua kamar, satu ruang serba guna. Kamar mandi berjumlah lima unit dipergunakan bersama.

Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko juga berharap, agar warga tetap produktif sembari memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pendampingan selama tinggal di Huntara. (*)