Wagub Jabar Putarbalikan Travel Gelap Bawa Pemudik di Tapal batas Cijolang

Wagub Jabar Putarbalikan Travel Gelap Bawa Pemudik di Tapal batas Cijolang

TIMESINDONESIA, BANJAR – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), H Uu Ruzhanul Ulum, SE memutarbalikan kendaraan minibus berisikan 8 penumpang dengan hendak mudik di tapal batas Cijolang, Senin (10/5/2021).

Orang nomor dua di Jawa Barat ini mengunjungi posko penyekatan perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah buat memantau langsung proses pembatasan yang merupakan gerbang penghubung dua provinsi dan dianggap sebagai jalur rawan pemudik.

Travel gelap yang diputarbalikan Wagub di perbatadan Cijolang (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)

Uu ikut langsung membatalkan beberapa kendaraan yang dicurigai merupakan pelaku perjalanan pegangan. Salah satu penumpang minibus yang diputarbalikan awalnya mengiakan hendak pulang kampung dan sudah tidak punya teristimewa kediaman di Kota Bekasi.

“Kasihani kamilah, kalau saya kembali ke Bekasi lantas bagaimana kami menjalani kesibukan di sana karena saya sudah tidak punya wadah tinggal dan pekerjaan, ” dalih salah satu penumpang mengaku hendak pulang ke Wanareja, kampung halamannya.

Karena tidak memiliki dokumen perjalanan dan surat hasil rapid antigen, Wagub meminta para penumpang tersebut untuk turun dari kendaraan. Mereka pun melaksanakan rapid antigen yang telah disiapkan petugas di posko penyekatan.

Sayangnya, sesudah para penumpang menjalani ulangan rapid antigen, terungkap kalau kendaraan yang mereka tumpangi ternyata adalah travel gelap.

“Karena mereka itu ternyata penumpang travel gelap, maka kami putarbalikan usai menjalani tes rapid. Sebelumnya mereka berbohong dengan mengatakan kalau mereka adalah keluarga yang hendak pulang kampung, ” terang Wagub disela-sela kegiatannya.

Wagub Jabar mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan negeri mengenai larangan mudik karena tren kenaikan kasus Covid di masa pandemi menjelang lebaran kembali mengalami kenaikan.   “Kami harap kerja sama dari masyarakat untuk mematuhi larangan pemerintah, ” serunya. (*)