Tiga Tahun BERKAH Pimpin Madiun (2) Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Infrastruktur Prioritas

Tiga Tahun BERKAH Pimpin Madiun (2) Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Infrastruktur Prioritas

TIMESINDONESIA, MADIUN – Bupati Madiun H. Ahmad Dawami dan Wakil Tumenggung H. Hari Wuryanto berkomitmen mewujudkan Kabupaten Madiun dengan Aman, Mandiri, Sejahtera & Berakhlak. Memasuki tiga tahun pemerintahan, konstruksi kebijakan duet kepala daerah yang lumrah dengan sebutan BERKAH itu diarahkan untuk mewujudkan pandangan dan misi tersebut.

Selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memprioritaskan kesehatan masyarakat, berikut program dan kebijakan dengan telah  dilakukan pasangan PERTOLONGAN di paruh perjalanan pemerintahannya.  

Infrastruktur Prioritas

Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 menyebabkan alokasi anggaran buat pembangunan fisik ikut terkoreksi. “Imbasnya anggaran infrastruktur penuh yang terkepras. Pembangunan infrastruktur tetap jalan tetapi tersedia skala prioritas, ” sahih Kaji Mbing panggilan erat Bupati Madiun.

Bupati Madiun 2 Wabup Madiun meninjau proyek pembangunan infrastruktur. (Foto: Humas Pemkab Madiun)

Ada tiga parameter yang dipakai Kaji Mbing sebagai skala prioritas pendirian infrastruktur selama pandemi. Perdana, infrastruktur terkait dengan kebencanaan. Kedua, infrastruktur yang menolong peningkatan pendapatan per kapita. Ketiga, infrastruktur untuk menyandarkan biaya masyarakat.

Kaji Mbing mencontohkan pembangunan jalan akses yang menghubungkan Desa Sumberbendo dan Desa Tulung Kecamatan Saradan. Jalan akses itu memangkas jarak sekaligus imbalan transportasi yang harus dikeluarkan warga Desa Sumberbendo.

“Dulu untuk ke kota Caruban saja harus muter jauh lebih 1 jam. Saat ini tinggal 20 menit selalu. Bisa dihitung berapa penurunan biayanya, ” jelas Kaji Mbing.

Kaji Mbing mengungkapkan intervensi  juga dilakukan buat optimalisasi penggunaan APBDes juga mendukung peningkatan infrastruktur pada desa. Jalan akses dalam wilayah desa rata-rata telah baik. Pembangunan infrastruktur asing di diarahkan sesuai kemanfaatan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan desa sudah klir di tingkat desa, ” ujar Kaji Mbing.

Pengentasan Kekurangan

Selain melemahnya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan yang meningkat menjadi tantangan cukup mengandung bagi duet BERKAH. Bertambahnya jumlah pengangguran adalah satu diantara pemicu naiknya angka kekurangan.

Bupati Madiun 3 Porang menjadi komoditas pertanian kepercayaan Kabupaten Madiun.   (Foto: Humas Pemkab Madiun)

“Selama pandemi banyak yang kehilangan pekerjaan kelanjutan PHK sehingga menambah pengangguran, ” ujar Hari Wuryanto Wakil Bupati Madiun.

Pasangan BERKAH pasang target angka kemiskinan tidak lebih daripada satu digit atau di bawah 10 persen. Dalam tahun 2020 kemiskinan jadi ditekan hingga ke nilai 10, 42 persen. Angka kemiskinan naik menjadi 11, 81 persen di semester awal tahun 2021.

“Hampir di semua daerah kasusnya sama. Wakil gubernur pertama saja melakukan rakor buat mengatasi masalah kemiskinan tersebut, ” jelas Hari yang menjabat sebagai Ketua Awak Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD).

Menurut Hari, langkah pokok yang akan diambil merupakan inventarisasi dan validasi data kemiskinan. Dengan data dengan valid maka akan diketahui angka riil penduduk bangsat. “Diupayakan data jangan datang salah. Mungkin ada warga yang sudah tidak miskin tapi masih tercatat bangsat, juga sebaliknya, ” sebutan Hari.

Berbagai upaya dikerjakan untuk mengatasi faktor-faktor pengantara kemiskinan. Di antaranya membakar investasi masuk ke Kabupaten Madiun sebagai penggerak perekonomian sekaligus  membuka peluang kegiatan.

“Sudah ada beberapa pabrik yang masuk yang nanti diharapkan bisa menyerap tenaga kerja, ” kata Hari.

Sektor pariwisata dan pertanian akan lebih serius digarap sebagai penyangga perekonomian seiring  pembangunan kawasan  Selingkar Wilis oleh Pemprov Jawa Timur. “Untuk pertanian sudah tersedia porang yang prospeknya lulus bagus. Pariwisata di daerah Selingkar Wilis juga akan kita garap, ” jelas Hari.

Kemandirian masyarakat jadi bagian dari visi misi BERKAH akan diwujudkan melalui program pemberdayaan. Alokasi anggaran tidak hanya difokuskan buat pembangunan infrastruktur tetapi selalu pemberdayaan masyarakat.  

“Masyarakat tidak cukup hanya diberi bantuan saja. Pemberdayaan ekonomi juga perlu dilakukan buat mengatasi kemiskinan, ” bahana Hari. (d)