Tes Sumur Geothermal Timbulkan Suara Gemuruh, Ini Penjelasan Star Energy

Tes Sumur Geothermal Timbulkan Suara Gemuruh, Ini Penjelasan Star Energy

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Beredar viral di media sosial sebuah rekaman video yang diunggah akun seorang netizen, yang menunjukan pipa dengan kepulan gas dari panas bumi (geothermal) yang menimbulkan suara gemuruh besar.

Suara gemuruh tersebut sempat membuat kaget & cemas warga sekitar pada Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung tepatnya di sekitaran Bukit Wayang Windu.

Terlebih warga sekitar masih mengingat gangguan longsor yang terjadi di dalam tahun 2015 lalu, kelanjutan kerusakan Pipa Geothermal. Perkara tersebut menimbulkan puluhan karakter meninggal dunia.

Diketahui pipa geothermal tersebut milik PT Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited, yang padahal melakukan uji Sumur MBE#7.

Menurut keterangan resmi sebab pihak Star Energy tertanggal 14 April 2021, kegiatan tersebut merupakan Uji Sumur MBE#7.

Dalam surat itu,   Manajer Policy, Government and Public Affairs (PGPA) Star Energy, Nungki Nursasongko Hendradjati menjelaskan, Star Energy melakukan serangkaian kegiatan “Discharge Well (Uji Sumur) MBE#7 pada hari Senin 19 April hingga hari Kamis 29 April 2021 & pelaksanaannya dilakukan sekitar jam 13. 00 WIB maka sore/malam hari, sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan.

Informasi lainnya disampaikan, bleed udara dengan potensi paparan udara H2S jarak aman di range sekitar 300 meter di luar lokasi MBE. Kedua, Discharge well dengan potensi paparan adalah keributan suara sebesar 60-80 db (setara dengan kebisingan dalam pabrik/pesawat terbang lepas landas), di sekitar sumur MBE dan juga ada potensi suara sampai jarak kira-kira 4 kilometer.

“Berdasarkan rencana kegiatan tersebut, kami harap Bapak berkenan untuk mengirimkan hal tersebut kepada pekerja terkait dan masyarakat sekitar, demi kelancaran pelaksanaan kesibukan pekerjaan dimaksud, ” introduksi Nungki, Kamis (22/4/21).  

Pihak managemen Star Energy Geothermal, Iyan Marfriansyah, mengimbau masyarakat pangalengan untuk tidak perlu merasa resah dan khawatir akan suara bahana yang timbul dari uji sumur.

Sebab, kata Iyan, suara gemuruh dari Pembangkit LIstrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu tersebut normal terjadi di seluruh PLTP, ketika tengah melakukan pengujian sumur (dishcarge well).

“Jadi kemarin itu, iklim di sekitar Wayah Windu sangat cerah. Tapi di wilayah lain Pangalengan terjadi hujan besar diiringi petir. Sehingga pas melakukan pengujian sumur, suaranya gemuruh terbawa angin, yang kebetulan menuju ke bawah dari letak, ” jelas Iyan.

Iyan mengatakan, pengujian sumur bukan yang pertama kalinya bahkan bisa dibilang sudah ribuan kali sejak PLTP hidup. “Saya pastikan suara itu normal, serta tidak berbahaya. Sehingga, masyarakat tidak usah khawatir, ” ujarnya.

Selain tidak akan berdampak di dalam alam, kata Iyan, perkataan yang ditimbulkan atas pengujian sumur geothermal  tersebut sedang di bawah batas aman bagi kesehatan telinga manusia. (*)