Terseok Selama Pandemi, Bank Sampah dalam Semarang Ini Mulai Bangkit

Terseok Selama Pandemi, Bank Sampah dalam Semarang Ini Mulai Bangkit

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Salah satu tempat tata Bank Sampah di Kota Semarang, Resik Becik mengalami dampak kaya selama adanya pandemi Covid-19.

Ika Yudha selaku Pengelola Bank Sampah Kuat Becik mengatakan jika dampak dengan paling dirasakannya selama pandemi yaitu turunnya penjualan kreasi sampah yang berlangsung sejak Maret lalu. Apalagi, Ika menambahkan jika hal itu sempat membuatnya menyerah.

“Kita malah sempat berpikir untuk sementara   berhenti beroperasi. Karena penjualan produk kreasi sampah yang merupakan harapan saya turun 90%, ” ungkapnya pada Times Indonesia, Minggu (27/9/2020).

Ika menjelaskan jika selama Maret sampai Juli, pihaknya tidak memproduksi kreasi buatan tangan dari sampah. Hal tersebut sebab masih banyak stok barang dengan tersimpan. Akan tetapi setelah meniti pertimbangan bersama teman-temannya, Resik Becik memilih beroperasi secara perlahan.  

Masa ditanya berapa sampah yang lazim masuk ke Resik Becik di setiap bulannya, Ika menerangkan, jika dasar sampah yang tersetorkan mengalami naik turun di saat pandemi tersebut.  

Penurunan paling dirasakan ada di bulan Mei, sampah plastik yang bisa dikreasikan menjadi benda-benda periode ulang seperti tas, dan berbagai macam wadah lainnya hanya mencapai 262 kg saja.

“Kalau normalnya di sini setiap bulan sampah yang mampu didaur ulang seperti plastik, aneka dus, kertas, kaleng dan yang lain rata total sekitar 500 kg. Kalau Mei kemarin memang mendarat, ” jelasnya.  

Meski demikian, di bulan Juli dan Agustus, lanjut Ika, geliat masuknya sampah daur ulang sudah mengalami kenaikan. Jadi penjualan benda-benda kreasi dari kotor sudah mulai ada kembali.

Bahkan saat awal pandemi, kegiatan Bank Kotor di Kota Semarang ini bagaikan jadwal mengisi seminar-seminar di cancel semua. Akan tetapi mulai bulan ini pihaknya sudah berani mengadakan kegiatan. (*)