Terkait Alih Status, IAIN Kediri Belajar Ke IAIN Jember

Terkait Alih Status, IAIN Kediri Belajar Ke IAIN Jember

TIMESINDONESIA, JEMBER – Proses peralihan IAIN Jember menjadi Universitas Islam Daerah Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS), membuat sebesar perguruan tinggi berdatangan buat belajar terkait alih status tersebut.

Salah satunya adalah Institut Agama Islam Daerah (IAIN) Kediri.

Rencananya, surat keputusan dari presiden terpaut perubahan tersebut akan turun dalam beberapa hari teristimewa.  

Rektor IAIN Kediri, Nur Chamid bersama Pengantara Rektor II, Direktur Pasca Sarjana, dan sejumlah penguasa, berkunjung ke IAIN Jember pada Selasa (27/4/2021) kemarin.

Rombongan tersebut langsung diterima Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto bersama sejumlah pejabat.

Rektor IAIN Kediri Nur Chamid mengaku berterima kasih karena sudah diterima dan disambut dengan hangat oleh keluarga besar IAIN Jember.

“Kami berterima bergurau karena sudah disambut dengan istimewa oleh Pak Rektor (IAIN Jember) dan bapak ibu semuanya, ” ujarnya sebagainya dalam press release yang disampaikan kepada TIMES Indonesia, Kamis (29/4/2021).

Taat Nur Chamid, sengaja pihaknya datang ke IAIN Jember untuk belajar bagaimana proses transformasi kelembagaan.

“Kami ingin belajar sekaligus sharing ke IAIN Jember, terkait proses tersebut. Karena ada keinginan besar juga dari seluruh sivitas kampus untuk cepat bertransformasi menuju UIN, ” terangnya.

Sementara itu Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto menceritakan bahwa proses transformasi kelembagaan tidak mudah.

Butuh perjuangan dan pertolongan seluruh pihak agar proses tersebut berjalan dengan licin.

“Semua butuh proses penjagaan, saya yakin kalau segenap PTKIN berubah bentuk menjadi UIN maka ini bakal menjadi poin tersendiri, ” katanya.

Prof Babun mengisbatkan, jika perubahan bentuk dari IAIN menuju UIN tidak keinginan pimpinan dan pejabat, tetapi merupakan keinginan segenap sivitas akademika IAIN Jember.

“Ini keinginan bersama semesta warga kampus, dan tentu harus didukung oleh seluruh tokoh, ” jelasnya.

Saat ini lanjut Prof Babun, setelah proses alih kedudukan tersebut, pihaknya juga sudah mengusulkan agar IAIN Jember menjadi Badan Layanan Ijmal (BLU).

“Kami sudah mencuaikan ujian munaqosah, dan semoga dalam waktu dekat, telah disetujui oleh Kementerian Keuangan, ” tambahnya.

Untuk diketahui, proses peralihan IAIN Jember menjadi Universitas Islam Kampung Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS), membuat sejumlah perguruan tinggi berdatangan untuk bersekolah terkait alih status tersebut. (*)