Srikandi Tim Sibat Lawen Banjarnegara Gelorakan Pola Hidup Bugar

Srikandi Tim Sibat Lawen Banjarnegara Gelorakan Pola Hidup Bugar

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Bersiap menghadapi musim penghujan, berbagai elemen umum terutama di daerah menyedihkan bencana mulai disibukan dengan berbagai kegiatan kebencanaan. Itu dilakukan sebagai langkah antisipatif, mengingat Banjarnegara merupakan kawasan langganan bencana alam.

Awak BPBD Banjarnegara juga, melaksanakan road show di sejumlah daerah titik bencana maka ke lembaga  atau sekolah – sekolah yang berkecukupan di daerah pantauan. Awak memiliki dua misi, antisipasi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan bencana negeri.

Siswa---siswi-SD-hingga-SMP-jugadiajak.jpg Anak – siswi SD tenggat SMP juga  diajak untuk melakukan kegiatan senam buat kebugaran tubuh. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

Tidak terkecuali oleh relawan lain di Banjarnegara, antaralain tim Relawan Siaga Kesedihan Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara Utara.

Gerak cepat tetap dilakukan oleh Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Lawen,   khususnya dalam Program percepatan serta penguatan respon pandemic Covid -19 yang merupakan dukungan dari PMI Pusat dan KOICA (Korea International Cooperation Agency).

Berbagai cara & upaya serta Inovasi dikerjakan tentunya dengan melibatkan bervariasi pihak serta element umum tak terkecuali adik siswa sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa, dengan merendahkan Tim Srikandi Tangguh (perempuan Sibat Lawen).

Ketua Tim Sibat Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum Adhe Benny Araneta, Sabtu (25/9/2021) saat dihubungi TIMES Indonesia menyampaikan, berbagai kegiatan inovatif dan kaya disiapkan untuk menyasar muda sekolah baik tingkat SD dan SMP yang berharta diwilayahnya.

“Edukasi dan sosialisasi tentang pengetahuan PHBS & Cegah Covid -19 kami siapkan dengan metode games menarik, tak lupa selalu aplikasi permainan Covid Fighter yang berbasis android selalu kami kenalkan kepada muda – adik, ” paparnya.

Kegiatan sosialisasi, promosi kesehatan tubuh dan edukasi dilakukan pada beberapa sekolah seperti SDN 1, 2, 3 Lawen, SMPN 2 dan 3 Satap Pandanarum serta SDN 2 Pingitlor.

Siswa-diajarkan-bagaimana-cara-mencuci-tangan-pakai-sabun.jpg Siswa diajarkan bagaimana cara mencuci tangan memakai sabun, penerapan 5M, edukasi sekolah ramah anak dan ramah lingkungan, tips damai disekolah (FOTO: Muchlas Hamidi/ TIMES Indonesia)

Dalam kesempatan tersebut, dikerjakan kegiatan penyemprotan disinfektan menggunakan bahan Eco Enzym  dengan ramah lingkungan diseluruh sekolah dan beberapa fasilitas ijmal seperti Pasar Lawen, Langgar, Mushola dan Balai Desa.

Sementara itu Koordinator Kegiatan Promkes Sisil Rahayu mengatakan, diterjunkannya Tim Srikandi Sibat ini diharapkan dapat ideal memberikan peran serta dalam upaya mencetak generasi bujang yang sehat, cerdas, tangguh dan berkualitas.

“Perempuan lebih dekat dengan anak, sehingga bahasa yang disampaikan lazimnya akan lebih mengena dan bermakna karena sifat keibuan yang dimiliki, “ jelasnya.

Tak sedikit dari siswa juga bercerita dan curhat tentang kebiasaan yang harus dirubah dengan menerapkan pola hidup bersih dan bugar, terlebih dimasa pandemi Covid -19 yang saat itu masih terjadi.

Siswa diajarkan bagaimana cara mencuci lengah pakai sabun, penerapan 5M, edukasi sekolah ramah budak dan ramah lingkungan, tips aman disekolah.

Tidak sudah ketinggalan, Tim Sibat pula membagikan masker serta pembagian kepada seluruh peserta sebagai bentuk kasih sayang dan penerapan protokol kesehatan.

Tatkala para siswa tampak bergairah mengikuti kegiatan ini. Sebab dilakukan sesuai porsi & kemampuan siswa. Namun dengan terpenting lagi bagi awak, pengenalan langkah antisipasi pra dan merubah mindset awak ini menjadi sangat istimewa saat situasi seperti zaman ini.

Terlebih di wilayah Banjarnegara Utara, yang notabene berada di daerah ketinggian terpencil dan rawan bencana  alam. Hal ini dibenarkan oleh Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara dr Amalia Desiana.

“Mereka memang harus diberi bekal pengetahuan dan paham kebencanaan  karena berada dalam daerah pegunungan. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 tentunya budaya prokes tetap digaungkan kepada mereka, ” kata Dr Amalia Desiana, Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara dr Amalia Desiana. (*)