Setelah Mal, Pemkot Malang Cepat Kaji Aplikasi PeduliLindungi bagi Hotel Hingga Kafe

Setelah Mal, Pemkot Malang Cepat Kaji Aplikasi PeduliLindungi bagi Hotel Hingga Kafe

TIMESINDONESIA, UDI – Kran perekonomian yang mulai dibuka secara bertahap di Kota Malang usai statusnya menjadi PPKM Level 3, bakal terus dikaji secara keseluruhan.   Sebab, saat itu Mal  yang sudah tiba beroperasi, dirasa Pemkot Udi masih belum cukup pada menaikkan.

Oleh karena itu, Pemkot Malang pun segera mengkaji penerapan Aplikasi PeduliLindungi yang telah ada pada Mal untuk bisa digunakan diseluruh tempat perekonomian, sesuai Hotel hingga Kafe.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengucapkan, hal ini dilakukan buat nantinya bisa lebih menguatkan sektor ekonomi agar bisa segera pulih di tengah pandemi Covid-19.

“Berangkat daripada Mal, nanti kami harapkan bisa diterapkan ke tempat-tempat lain. Insyallah dalam zaman dekat ini. Kami masih menganalisa apa yang harus kita siapkan, ” perkataan Sutiaji, Rabu (1/9/2021).

Namun, hal ini memang perlu analisa lebih rinci. Pasalnya, kata Sutiaji, pandemi Covid-19 ini tak bisa disepelekan. Ketika perekonomian mulai dibuka, perlu adanya kesiapan matang yang memadai di setiap tempat perekonomian.

Terlebih dengan pemakaian aplikasi PeduliLindungi, situasi itu bisa diterapkan dalam pasar rakyat hingga retail modern. Oleh karena itu, Sutiaji pun segera mengumpulkan komunitas PHRI Kota Rengsa, APPBI Malang hingga para pedagang untuk membahas lebih lanjut rencana penerapan PeduliLindungi di segala sektor perekonomian.

“Kita akan undang semesta Forpimda, Komunitas, PHRI, APBBI, Pedagang dan lainnya jadi perwakilan saja. Nanti bagaimana supaya mencontohkan aplikasi ini (PeduliLindungi) agar bisa diterapkan di retail modern juga, ” ungkapnya.

Tak cuma itu, Sutiaji juga hendak menghadirkan epidimolog berkaitan dengan penerapan aplikasi Peduli Melestarikan yang juga akan dilakukan di kafe, resto, hotel dan toko retail baru.

“Iya (termasuk kafe serta resto), tapi ini belum clear. Nanti semua mau kita hadirkan, termasuk epidimolog juga. Orang yang pakar masalah penyakit menular juga, ” pungkas orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut. (*)