Semakin Ramah Lingkungan,  Operasional Pabrik Pertamina Balongan Gunakan Gas Alam

Semakin Ramah Lingkungan,  Operasional Pabrik Pertamina Balongan Gunakan Gas Alam

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – PT Pertamina (Persero) mulai menggunakan gas bumi untuk operasional kilang Pertamina Refinery Unit (RU VI) Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Pertamina mengganti 1 bakar dengan gas kawasan dalam proses produksi supaya semakin ramah lingkungan.

Penggunaan gas alam dari PT PGN selaku Subholding Udara Pertamina mulai 27 Agustus 2021, ditandai dengan introduksi penyaluran gas pada Metering Station Gas di RU VI Balongan.

Senior Supervisor Energy & Combustion Pertamina RU VI Balongan, Harun Al Rasyid, mengungkapkan Udara Alam yang disuplai PGN ke RU VI ini berasal dari Sumatera. Gas dikirim via pipa bawah laut dan terhubung dengan jaringan pipa Pertamina di Pulau Jawa hingga ke Kilang Balongan.  

Dikatakan Harun, dengan masuknya gas alam dari PGN   ke Kilang RU VI ini membuat semesta unit di Kilang Balongan kini sepenuhnya telah memakai gas alam sebagai energi dalam mengoperasikan Kilang.

“Sebelumnya memang sudah ada supply Gas dari Pertagas, tetapi kini RU VI serupa menambahkan gas alam dibanding PGN sebagai pengganti fuel oil di RU VI, saat ini kebutuhan   gas alam dari PGN sendiri sebesar   10 MMSCFD dan akan terus meningkat sesuai dengan penguasaan kapasitas pipa yakni 30 MMSCFD”, Terang Harun di Kantornya, Senin (30/8/2021).

Harun menambahkan, banyak keuntungan yang didapat dengan memanfaatkan gas alam menggantikan fuel oil sebagai energi bahan bakar di Kilang Balongan, antaralain fuel oil yang tadinya dijadikan bahan bakar operasional kilang kini bisa diolah menjadi produk yang bisa meningkatkan margin perusahaan.

Selain itu, dengan harga kulak gas alam yang bertambah murah dibandingkan fuel oil maupun LPG bisa meningkatkan efisiensi energi dan keuangan.  

Sementara itu, Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina RU VI Balongan Cecep Supriyatna melahirkan, jika sebelumnya konsep pabrik ramah lingkungan telah diwujudkan melalui penggunaan fuel oil sebagai bahan bakar pabrik, namun kini kilang Balongan semakin ramah lingkungan.  

Ini karena Kilang RU VI mengganti fuel oil dengan gas alam, pokok dengan gas alam maka pembakaran yang dilakukan mau jauh lebih bersih & sempurna.

Cecep menegaskan, Pertamina melalui Sub Holdingnya yakni PT Kilang Pertamina Global (KPI) berkomitmen untuk mewujudkan Green Refinery agar operasional kilang Balongan lebih ramah lingkungan. Bahkan, dalam pandangan misi RU VI tercatat jelas bahwa RU VI dalam mengoperasikan kilang harus berwawasan lingkungan.

“Kami berhajat dengan penerapan gas daerah sebagai bahan bakar pada kilang Pertamina bisa bertambah bersahabat terhadap lingkungan, seluruh pekerja, dan masyarakat sekitar, serta turut membantu mewujudkan visi RU VI menjelma kilang terkemuka di Asia tahun 2025”, harapnya. (*)