Sandaran Kuota Internet Jawab Keluhan Wali Murid untuk Menunjang Belajar Daring

Sandaran Kuota Internet Jawab Keluhan Wali Murid untuk Menunjang Belajar Daring

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Bantuan kuota internet sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bisa diharapkan menjawab keluhan sebagian besar orang tua wali murid untuk menunjang pembelajaran tenggang jauh (PJJ). atau belajar daring.

Lengah satu guru SDN Kepatihan, Lamongan, Wahab Sahroni, mengatakan, bantuan catu internet untuk guru sebesar 42 gigabyte (GB) dan siswa 30 GB diharapkan bisa membantu keterbatasan biaya untuk membeli paket internet.        

“Adanya tumpuan kuota internet tersebut, saya harap bisa menjawab keluhan dari kurang orang tua wali murid semasa ini, ” ujar Wahab Sahroni, Kamis (01/10/2020).

Sahroni menjelaskan, bantuan catu internet tersebut langsung terkirim ke nomor ponsel yang sudah terdata di Dapodik. Namun saat itu masih belum terkirim semua, khususnya provider dari indosat.

“Sebagian besar buat yang nomor ponselnya itu daripada provider telkomsel udah masuk. Tapi yang indosat itu belum, barangkali akan terkirimkan di gelombang berikutnya, ” ucapnya.  

Pendidik yang selalu Pembina Pramuka di SDN Kepatuhan itu memastikan kuota internet cuma bisa digunakan untuk aplikasi penelaahan dan aplikasi berbasis video call.

‘’Untuk menunjang pembelajaran jarak jauh, bantuan kuota internet tidak bisa dipakai untuk mengakses game, youtube, facebook maupun media sosial lainnya. Tapi kalau Whatsapp, Insya Allah bisa, ” katanya.

Dengan dilaunchingnya aplikasi Jagoan Sinau ditambah dengan adanya sandaran kuota internet dari Kemendikbud RI, dia berharap muridnya bisa mendapatkan tantangan baru dalam proses menelaah daring.

“Semoga anak-anak bisa memaksimalkan tumpuan tersebut untuk belajar dirumah selama masa pandemi ini dengan menggunakan aplikasi Jago Sinau dan juga Google Clasroom, ” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Adi Suwito menyampaikan, untuk bantuan kuota internet dari Kemendikbud saat ini sudah ada sebagian yang masuk.

“Saat ini masih validasi pendataan dan ada sebagian yang sudah terkirim ke nomor ponsel masing-masing, baik guru maupun siswa di Kabupaten Lamongan, ” kata Adi Suwito.

Mengenai penggunaan bantuan kuota internet tersebut, Adi menjelaskan, tidak bisa digunakan untuk membuka atau mendownload  youtube, game online maupun jejaring media sosial.

“Bantuan itu kan diperuntukkan sarana pembelajaran secara online (belajar daring), bukan untuk berselanjar atau bermain game, ” aku Adi Suwito saat menyampaikan realisasi bantuan kuota internet dari Kemendikbud RI.   (*)