Sajak “Wisuda” Mengiringi Wisuda Drive Thru UIN SATU

Sajak “Wisuda” Mengiringi Wisuda Drive Thru UIN SATU

TIMESINDONESIA, TULUNGAGUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Syayid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) menggelar wisuda Sarjana, Magister dan Doktor yang ke-28 secara drive thru. Puisi berjudul “Wisuda” mengiringi prosesi sehingga situasi terasa syahdu dan khidmah.  

Wisuda dipimpin Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Maftukhin, M. Ag, dengan mewisuda 1. 439 wisudawan, terdiri dari S1: 1281, S2: 147 dan S3: 11. Diselenggarakan semasa tiga hari di kampus Dakwah dan Peradaban ini.  

Wisuda pada keadaan pertama, salah satu acara pendukungnya adalah dibacanya sajak yang berjudul “Wisuda”, susunan Ruchman Basori Kasubdit Tumpuan Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.  

Puisi ini dilantunkan dengan syahdu, lugas, serta khas oleh Prof. Dr. Akhyak, M. Ag, seorang Guru Besar yang serupa Direktur Pascasarjana UIN UTAMA Tulungagung.

Berikut bait puisi yang dilantunkan dihadapan 1. 439 mahasiswa UIN KEPALA:

Wisuda

Kau ditunggu gelar dan ilmunya //Kau dinanti agar hidupmu penuh maksud
Oleh Orang-orang dengan kau sayangi//Mereka Tak letih mendoa tanpa jeda

Menjelma sarjana yang ulama//Menjadi pandai yang bijaksana
Menjelma ilmuwan yang Budiman//Menjadi profesional yang terkenal

Di sana seorang ibu berderei dengan air mata//Seorang bapak yang berkaca-kaca
Seorang adik yang tertawa gembira//Seorang kangmas yang membimbingnya
Seorang istri yang tetap setia//Seorang suami yang setia menyandingi
Seorang anak dengan senyum bangga

Terbayar telah jerih payah//Tunai sudah peluh darah
Memakai toga kuncir dan jubah//Saatnya senyum wajah merekah

Wisuda ahli dan pascasarjana//Tak sekedar memindah toga
Tak sekedar orasi yang berjeda//Tak sekedar acara seremoni belaka
Tak sekedar canda tawa

Wisuda sarjana dan pascasarjana//Adalah Simbol-simbol kecendekiaan dan Kesarjanaan
Makna hidup dengan penuh kemanfaatan//Bukan sekedar duduk di menara gading
Bukan pula bersila pada singgasana//Tapi, berjuang di akar rumput pengabdian
Mengadi di basis-basis kerakyatan//Berprestasi berinovasi di tengah-tengah kehidupan

Patuh Maulida, Pakar Bahas Indonesia UIN SATU Tulungagung, puisi dengan judul wisuda betul tepat disampaikan saat para-para mahasiswa telah berjibaku bertahun-tahun menuai momen yang benar ditunggunya. “Puisi ini sugih dengan struktur bathin, pemilihan diksi, penggunaan plastik kaidah sangat tepat. “Tak uang mendoa tanpa jeda” cara spiritual yang di siap dengan diksi yang necis.

Siti Kusnul Kotimah wisudawan Doktor MPI mengakui, puisi “Wisuda”, yang di menyuarakan Prof. Akhyak menggetarkan hayat, penuh makna, menyentuh berkorban, karena menggambarkan kisah jelas yang dialami   banyak orang dan dibalut secara sastra yang tinggi. ”Saya bergetar, bangga terharu siap satu mendengar puisi ini”, katanya.

Puisi tersebut sangat menginspirasi, menggugah, & mengobarkan jiwa yang lagi tenggelam. Apalagi pembawaan Prof. Akhyak sangat menyentuh kepala, tepat di hati pendengar. “Puisi ini saya jadikan motivasi untuk berkreasi, berinovasi dan mengembangkan produktifitas keilmuan di tengah masyarakat luas” tutur Siti Kusnul Kotimah, yang juga Ketua Pengelola Cabang Fatayat NU Tulungagung.

Lain lagi menurut Muhammad Jaseri, Guru Besar Kode Indonesia UIN SATU mengutarakan rima dan irama di pembacaan puisi ini benar indah dan mempesona. ”Semoga menjadi pelecut harapan yang mampu menyalakan semangat berinovasi para wisudawan UIN SATU”.

Dalam amanatnya Maftukhin mengucapkan mahasiswa yang di wisuda kesempatan ini membanggakan karena wisuda yang pertama setelah IAIN berubah menjadi UIN Sayyid Ali Eahmatulloh (UIN SATU). “semoga dengan menjadi UIN, semakin berkualitas, semakin tertib, bisa memberikan kontreibusi riil kepada masyarakat“.  

“Dengan menjadi UIN, kita menjadi setara dengan PT pada Ibu Kota Provinsi, meskipun   berada di daerah yang sangat jauh sebab pusat politik dan ekonomi, yang perlu dikembangkan”, rata Alumni PP. Lirboyo Kediri ini.  

Pihaknya lanjut Maftukhin, UIN SATU selain melakukan transformasi institusi, pula dibarengi dengan transformasi teknologi, SDM, pembelajaran dan transformasi anggaran di tengah-tengah pertarungan. (*)