Prihatin Masalah Intoleransi, Pemuka Lintas Agama di Batu Ngabuburit Bareng

Prihatin Masalah Intoleransi, Pemuka Lintas Agama di Batu Ngabuburit Bareng

TIMESINDONESIA, BATU – Para pemuka lintas agama ini berlaku bersama berbaur dengan masyarakat, Sabtu (1/5/2021). Mereka ngabuburit bareng dengan warga RW 3 Kelurahan Ngaglik. Kerukunan umat beragama terlihat seluruhnya dalam Pesona Ramadan RW 3 Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Para-para pemuka dari berbagai pegangan ini berbaur menjadi kepala, bersama-sama berjalan kaki daripada panggung Pesona Ramadan menuju ke Lapangan Lesti.

Sepanjang perjalanan para pemimpin agama menyapa warga dengan berjejer menunggu 1. 442 buah takjil yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Di depan rombongan para-para pemuda yang tergabung di dalam musik perkusi, Bhatara Bujang memainkan musik-musik religi.

Sebab masih berada di sedang pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, warga yang mengikuti kegiatan diminta cuci lengah, menggunakan masker dan diukur menggunakan termo-gun.

Tepat menjumpai maghrib, para pemuka pegangan tiba di Lapangan Lesti disambut bunyi mercon sudung (mercon bambu) dan pengucapan petasan pendam yang menggelegar.

Kurang lebih sembilan mercon bumbung disiapkan dan utama petasan pendam disiapkan warga.

Beberapa pemuka lintas agama yang hadir antara asing Pastur Kepala Paroki Menggembala Baik, Romo Mikael Besar Kristi Putra, Bikhu Jayamedo dari Vihara Dhamma Dipa Arama, Pariyanto dari PHDI Kota Batu Pendeta Timotius dari Kristen Protestan, Handy pengurus Klenteng Kwan Im Tong dan Pemangku Pondok Rakyat Kota Batu, Ulul Asmi serta Lurah Ngaglik Edwin Yogaspatra Harahap SSTP. Hadir pula Gusdurian Kota Batu.

“Alhamdulillah warga benar antusias dan para pemuka agama dari berbagai keyakinan hadir menyemarakkan kegiatan yang kita laksanakan sore itu, ” ujar Ketua RW 3 Kelurahan Ngaglik, Yuris Efendi.

Warga Kelurahan Ngaglik, menurut Yuris berkeinginan saat bulan Ramadan tahun ini lebih bermakna untuk itu.

Terlebih mereka prihatin secara banyaknya tindakan intoleransi dengan terjadi di negara itu, sehingga mengoyak persatuan serta kesatuan bangsa.

Salah mulia peristiwa yang terjadi adalah bom Makassar dilanjutkan dengan serangan ke Mabes Polri.

Lewat kegiatan ini, awak ingin menunjukkan bahwa asosiasi dan kesatuan bangsa dalam Indonesia sangat kuat & tidak akan tergoyahkan dengan aksi segelintir orang.

Dalam kesempatan itu, para pemuka agama memberikan sambutannya dan semuanya mengharapkan agar kesepakatan beragama di Indonesia langgeng terjaga.

“Hal ini suatu edukasi yang sangat molek untuk warga, terutama anak-anak. Kalau selama ini kesepakatan beragama ditemui di kajian sekolah, kini mereka bisa melihat langsung bagaimana para pemuka agama hadir dan berkomunikasi secara langsung, ” ujar Yuris.

Sementara tersebut, Lurah Ngaglik Edwin Yogaspatra Harahap menegaskan bahwa warga Kelurahan Ngaglik menjunjung agung Bhineka Tunggal Ika, benar menjunjung tinggi toleransi.

“Ini adalah gerakan kelompok yang sangat luar piawai, dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah menjaga protokol kesehatan, ” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kesepakatan umat beragama dan meningkatkan toleransi beragama.

Kegiatan ngabuburit ini dilanjutkan dengan lomba patrol yang dilaksanakan malam ini. (*)