Praja Cirebon Putuskan Tinggalkan Rapid Test

Praja Cirebon Putuskan Tinggalkan Rapid Test

TIMESINDONESIA, CIREBON – Kota Cirebon kehabisan alat rapid test, akan namun Dinas Kesehatan Kota Cirebon mengiakan tidak akan menyetok ulang alat tersebut. Ini karena  alat rapid test dianggap tidak akurat untuk mendeteksi Covid-19.

Alat rapid test pada Kota Cirebon habis sejak November lalu, sebanyak 9. 249 sudah terpakai dan sebanyak 93 hasilnya reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanah air Cirebon, Edy Sugiarto mengungkapkan media rapid test tersebut pengadaannya semenjak awal Maret sampai sekarang telah habis dan tidak akan digunakan lagi.

“Hasil dari rapid test tersebut tidak sangat signifikan menunjukkan tentu, belum tentu benar positif Covid-19, ” kata Edy, Rabu (9/12/2020).

“Karena hasil rapid test tidak seakurat hasil swab tes dalam membaca virus Covid-19, kalau rapid test itu hasil tes nya 50: 50, negatif itu belum tetap pasti hanya digunakan untuk berjalan, ” jelas Edy.

Karena dianggap tak efektif, Edy memutuskan untuk tak menggunakan kembali alat rapid test dan hanya melayani masyarakat yang akan melakukan swab test di BKKBN dan 22 Puskesmas pada Kota Cirebon.

“Dihilangkan saja alat rapid test itu, karena tidak penting dan tidak berdaya, kami tidak akan menggunakan alat rapid test lagi, kami hanya akan menggunakan swab test, ” tegasnya. (*)