Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Kendaraan Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Anak obat

Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Kendaraan Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Anak obat

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Polisi Republik Nusantara menyumbang puluhan ventilator untuk sendi sakit Bhayangkara di Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak sangat mengapresiasi bentuk dukungan Polri  yang turut menurunkan angka kasus Covid-19 di Jatim khususnya Surabaya.

Ia merasa gembira dan menerima baik uluran tangan pihak sungguh, semakin banyak dukungan maka semakin meningkatkan semangat pemprov Jawa Timur buat mengatasi pandemi.

Emil mengungkapkan bahwa zaman ini jumlah warga positif Covid-19 mencapai 5. 406 orang di Jawa Timur. Angka tersebut membuktikan jumlah yang cukup tinggi dengan menyebabkan wilayah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang tertinggi untuk pasien positif Covid-19 dalam Indonesia yang sekaligus menggambarkan daerah merah atau bahkan cenderung abang pekat untuk kota Surabaya.

Dari tingginya angka kasus Covid-19 di Surabaya dan Jatim tersebut tentunya hajat akan fasilitas kesehatan di Jatim juga cukup tinggi. Hal tersebut lah yang menginisiasi Polri buat memberikan fasilitas ventilator di rumah sakit di Jatim.

“Dengan tambahan cara ventilator ini, maka dapat membangun keberlangsungan hidup pasien-pasien kritis dengan mengalami gagal nafas dan tentunya jumlah pasien yang dapat kami selamatkan juga akan bertambah agung dengan ketersediaan alat yang pas, ” ujarnya pada Sabtu (6/6/2020).

“Kita juga optimis akan ada pasien yang sembuh, kita akan menyelenggarakan aksi sosial donor plasma darah bagi pasien Covid-19 yang telah sembuh agar bisa membantu penderita lain yang kondisinya berat maka sangat berat, ” tambah Wagub Emil.

Ventilator sumbangan dari Polri itu diberikan kepada RS Bhayangkara dalam Jatim yakni di Surabaya, Kediri, Tulungagung, Malang, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, dan Bojonegoro.

Sementara itu, Pemprov Jawa Timur saat ini juga betul fokus meningkatkan pemulihan ekonomi. Pasalnya, penyebaran pandemi virus Covid-19 dalam Jawa Timur memerlukan perhatian dengan cukup serius karena menimbulkan target jiwa serta kerugian material & telah berdampak pada aspek baik, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk tersebut, fokus pembangunan diarahkan kepada percepatan pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat dengan fokus pemulihan pabrik, pariwisata, investasi, kesehatan dan infrastruktur di Jawa Timur.

“Sektor pertama dengan paling terkena imbas adalah zona jasa seperti pariwisata. Imbas lain Covid-19 terhadap perekonomian antara lain adalah penurunan kinerja ekspor, penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi (terutama pada sektor-sektor terdampak seperti akomodasi, pemindahan, retail, dan manufaktur), serta kemerosotan aliran modal, ” jelas Pemangku Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. (*)