Plt Bupati Jember Minta Pengantin Hangat Paham Masalah Stunting

Plt Bupati Jember Minta Pengantin Hangat Paham Masalah Stunting

TIMESINDONESIA, JEMBER – Pemkab Jember menggelar rembuk stunting, di Aula PB Sudirman Jawatan Pemkab Jember, Kamis (22/10/2020). Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah buat menurunkan angka stunting di Kabupaten Jember.

Jember tercatat masuk dalam peringkat 8 dari 10 kabupaten secara kasus stunting tertinggi di Daerah Jawa Timur.

Survei pada 2018, tercatat sebesar 17, 83 persen atau 29. 020 balita mengalami stunting di Jember.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief mengatakan bahwa masalah stunting harus menjadi perhatian bersama. Mulai dari pemerintahan dan juga seluruh umum.

“Stunting ini bukan hannya tanggung jawab dinas kesehatan, ” tegasnya.

Menurutnya, kelompok harus memahami masalah stunting jadi satu diantara masalah kesehatan yang lulus krusial di masyarakat.

Muqit menerangkan bahwa stunting bukan hanya tentang terhambatnya tumbuh kembang pada bayi ataupun balita.  

“Namun juga mengenai bagian kesehatan anak dan juga ketercukupan gizi bagi anak, ” ujarnya.

“Masalah stunting harus diatasi, ” sambungnya.

Selain itu, dia mengimbau agar setiap pasangan suami istri baru sudah mengerti tentang pencegahan stunting, bagaimana cara merawat anak, mengerti kesehatan kehamilan, serta juga tentang ketercukupan gizi bagi anak-anaknya kelak.

Dia juga mengatakan kalau seribu hari pertama pertumbuhan bani adalah masa emas anak.

Muqit berniat dengan adanya rembuk stunting itu pemerintah dapat memiliki data benar dan langkah-langkah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Jember.

Anggota Persen D di DPRD Jember Ahmad David menyampaikan dukungannya terhadap penekanan kasus stunting di Kabupaten Jember.

Pihaknya dan pemerintah daerah berkomitmen buat menyiapkan anggaran yang memadai bagi penanganan stunting di Jember.

“Bagaimana nanti masa depan generasi muda kita jika mereka saat ini penuh yang terkena stunting? ” imbuhnya. (*)