Pilwali Surabaya, Internal PDI Perjuangan Langsung Dikoyak Begini Tanggapan Pengamat

Pilwali Surabaya, Internal PDI Perjuangan Langsung Dikoyak Begini Tanggapan Pengamat

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Hari pencoblosan Pilwali Surabaya  2020 bakal digelar dua minggu lagi, tepatnya dalam Rabu (9/12/2020). Dihadapkan dengan delapan partai, internal PDI Perjuangan Surabaya mendapat banyak cobaan.

Bagaimana tidak, nama Mat Mochtar yang merupakan sosok ‘sesepuh’ PDI Perjuangan  di Kota Pahlawan bisa membelot dari titah Megawati. Ia lebih memilih menunjang Machfud Arifin-Mujiaman daripada Eri Cahyadi-Armuji yang direkomendasikan partainya.

Hal serupa pula dilakukan kelompok Banteng Ketaton, yang terdiri dari kumpulan kader serta simpatisan PDI Perjuangan lawas. Para kader itu diduga masih tak terima dengan dicalonkannya Eri Cahyadi.

Mereka lebih menginginkan Whisnu Sakti Buana sebagai kader asli yang menjelma calon wali kota. Apalagi, Whisnu dinilai sudah banyak merasakan getir manisnya pemerintahan selama di DPRD Surabaya dan dua periode mengiringi Tri Rismaharini sebagai wakil wali kota.

Pembelotan terbaru di internal PDI Perjuangan  dilakukan oleh Jagad Hariseno. Kakak dari Whisnu Sakti Buana itu secara terang-terangan telah mendeklarasikan diri mendukung Machfud Arifin. Real Jagad dan Whisnu adalah bani dari Soetjipto, mantan petinggi PDI Perjuangan. Keduanya kini berseberangan.

Maka, partai berjuluk bateng moncong putih tersebut bisa dikatakan terkoyak dalam Pilwali  Surabaya. Djarot Syaiful Hidayat, Sekjen PDI Perjuangan pun nampak mengkal dengan fenomena ini. Ia makin sampai menyebut Machfud Arifin sengaja menggunakan strategi memecah belah.

“MA (Machfud Arifin) telah melakukan politik devide et empire ala kolonialisme Belanda, ” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima TIMES  Indonesia, Jumat (20/11/2020).

Kendati demikian, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengungkapkan bahwa untuk membuyarkan kesolidan PDI Perjuangan tidak semudah menegasikan telapak tangan. Sebab berdasarkan penjelajahan sejarahnya, partai yang dipimpin ananda Bung Karno ini tak semoga untuk digoyang solidaritasnya.

“Jika dilihat dari perjalanan sejarah, partai ini sungguh masuk kategori partai yang sudah teruji dan tangguh dengan voters (pemilih) yang fanatis. Tentu tidak barangkali bisa menggoyangnya karena ada penuh variabel berkelindan yang membuat voters -nya fanatis, ” ujar Surokim, saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Surokim mengatakan, aura Pemimpin Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam mengelola konflik privat membuat voters PDI Perjuangan  sulit terbelah.

“Partai ini sangat kuat komandonya, jadi soliditasnya selalu di atas rata-rata partai lain. Malah saya budi situasi itu justru akan situ menguatkan PDI Perjuangan karena kelompok akan kian jelas bisa mengidentifikasi lawan di internal secara sahih dan kasat mata, ” ucapnya. (*)