Pertamina Gandeng Warga Bantaran Sungai Kembangkan Olahan Eceng Gondok

Pertamina Gandeng Warga Bantaran Sungai Kembangkan Olahan Eceng Gondok

TIMESINDONESIA, SURABAYA – PT Pertamina (Persero) menggunakan Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus menggelar program pelatihan pembuatan sabun dan sampo dengan pelajaran baku eceng gondok. Pertamina CANTIK V   jalan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Kawasan Jambangan, Surabaya.

Eceng mengkal ( Eichhornia crassipes ) memang merupakan macam tumbuhan mengapung yang biasa ditemui di bantaran sungai, kolam picik, dan danau. Tumbuhan ini kala disebut sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Meski demikian, kehadirannya dapat dimanfaatkan oleh umum.

Rencana tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan dan selalu kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat operasinya.

Untuk itu dalam pelatihan tersebut, Pertamina melalui Integrated Terminal (IT) Surabaya Group menggandeng Forum Kota Sehat (FKS) Surabaya mencoba menyampaikan solusi untuk memberikan nilai tambahan terhadap eceng gondok sekaligus dapat mengatasi solusi kebersihan di bantaran sungai.

Integrated Terminal Manager Surabaya Group, Basuki Santoso menyampaikan bahwa pada masa pandemi Covid-19, Pertamina dengan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat berusaha untuk memberikan solusi guna memberikan kadar tambah bagi suatu barang dasar menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Sasaran dari program itu merupakan masyarakat yang berada dalam bantaran sungai, salah satunya adalah bantaran sungai Jambangan di Surabaya, ” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Narasumber sejak FKS Surabaya, Lulut Sri Yuliani menuturkan bahwa eceng gondok jikalau diolah dengan benar dapat menyerahkan manfaat yang sangat besar.

“Eceng keki yang merupakan salah satu penyebab pengendapan di dasar sungai faktanya dapat diolah menjadi sabun & sampo dari daun dan bunganya, serta bagian batang bisa diolah menjadi kerajinan tangan dan akarnya dapat dijadikan sebagai pupuk humus, ” jelasnya.

Pelatihan yang dilaksanakan dalam RW 2, Kecamatan Jambangan ini tidak perlu bersusah payah untuk mencari bahan baku eceng benci, pasalnya eceng gondok dapat dengan mudah ditemukan di bantaran kali dekat dengan pemukiman warga Jambangan tersebut.

“Daripada eceng gondok ini menjelma polusi bagi perairan dan menghambat aliran sungai, lebih baik diambil dan dikembangkan lebih lanjut. Selain dapat mengatasi masalah di kali, akan memberikan nilai tambah dan dapat dijual dengan harga dengan lebih tinggi untuk kesejahteraan masyarakat, ” tambah Lulut.

Pertamina berharap secara adanya pelatihan ini dapat memajukan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Jambangan dengan menjadikan sampo dan bubuk hasil olahan eceng gondok jadi satu diantara sumber pendapatan di era yang akan datang.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect , selain dapat memberikan kejernihan bagi lingkungan sekitar juga dapat menyejahterakan masyarakat, ” ujar Basuki.

Pengikut pelatihan, Siti Noerkiswati menunjukkan antusiasnya ketika ia mengikuti pelatihan tersebut.

“Disaat pandemi seperti ini yang mewujudkan banyak masyarakat kesulitan mendapatkan penghasilan, Pertamina bersama dengan FKS Surabaya memberikan solusi dan diharapkan dapat menambah wawasan serta penghasilan sejak penjualan sabun dan sampo itu, ” ujarnya.

Hindun, Lurah Jambangan juga memberikan apresiasinya kepada Pertamina serta masyarakat yang telah mengikuti pelatihan pengolahan eceng gondok ini.

“Terima berkelakar kami ucapkan kepada Pertamina yang telah melakukan pengelolaan lingkungan di wilayah Jambangan dan juga pada masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini semoga dapat menumbuhkan inovasi segar untuk mendukung perlombaan Surabaya Smart City (SSC), ” ujarnya.

Basuki membaca bahwa program yang dibuat adalah upaya dari Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bergerak di bidang energi untuk memberikan hal yang positif kepada masyarakat.

“Disamping pelestarian lingkungan sekitar, kelompok sebagai sumber daya manusia yang akan mengembangkan kota ini jugalah yang menjadi fokus penting untuk dapat meningkatkan perekonomian wilayah, ” tutup Basuki.

Pelatihan pemanfaatan eceng keki sebab PT Pertamina MOR V Jatimbalinus digelar pada Kamis (17/9/2020) kemarin.   (*)