Perajin Peci Kulit Kayu dalam Tasikmalaya Banjir Order Mematok Luar Negeri

Perajin Peci Kulit Kayu dalam Tasikmalaya Banjir Order Mematok Luar Negeri

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Perajin peci kulit kayu asal Kampung Gegerkalong, Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat di Kamar Suci Ramadan 1442 H kebanjiran pesanan.

Endin Misbahudin (40), perajin peci, mengungkapkan, banyaknya pesanan salah faktornya adalah keunikan bahan patokan yang dipakai yaitu berbahan kulit kayu.

“Peci ini berbahan kulit kayu waru atau istilah orang Kalimantan dan Sulawesi dikenal dengan kulit kayu honai, Alhamdulilah pesanan setiap harinya selalu datang sehingga tak pernah memiliki stok, ” ungkapnya kepada TIMES Nusantara, Jumat (30/4/21)

Ia mengisahkan hampir setahun yang morat-marit usaha kantong berbahan daun pandan dan peci berbahan mendong nyaris bangkrut sebab terdampak pandemi covid-19 yang melanda usahanya.

Terinspirasi dibanding sisa bahan baku tas dari kulit kayu waru. pada minggu kedua April 2020 Endin mencoba menunggangi bahan sisa tersebut dijadikan sebuah peci. Berangkat daripada sanalah kesuksesan berpihak di dalam dirinya.

Peci tersebut dipakai oleh seorang santri lantaran pesantren Miftahul Huda dan menjadi media promosi. Alhasil, peci buatannya menjadi barang buruan yang dicari karakter khususnya para santri pada kalangan pesantren.

Pesanan sebanyak 200 peci tiap hari tidak dapat terlayani karena jumlah pekerja dengan berasal dari kalangan tim sebanyak enam orang, hanya mampu berproduksi sebanyak 70 peci per hari. Itu pun kadang-kadang kerja lembur sampai malam.

“Kalau pesanan sampai hari ini belum terpenuhi semua, tak mulia pun stok peci yang tersisa, semuanya ditunggu sebab pemesan yang  banyak bertransaksi secara online, ” tandasnya.

Abdul Rohman (36) pelaku bagian produksi yang pula terlibat dalam memasarkan keluaran mengungkapkan produksi peci kulit kayu ini hampir seluruhnya di jual dengan online dan dibanderol berkisar pada harga Rp35 ribu datang Rp70 ribu.

“Saat itu ada sekitar 15 reseller yang berada di Praja Jakarta, Bandung, Cianjur, Purwakarta, dan Tangerang, mereka menjajakan secara online ke berbagai kota bahkan sebulan kemarin penjualan peci kulit kayu sampai ke negara Turki, Malaysia, Singapura, ” jelasnya. (*)