Perajin Asal Cirebon Ini Menyulap Nilai dan Pelepah Pohon Jadi Painting Indah

Perajin Asal Cirebon Ini Menyulap Nilai dan Pelepah Pohon Jadi Painting Indah

TIMESINDONESIA, CIREBON – Hiasan dinding kerap kali terlihat di setiap rumah,   karenanya dinding rumah nampak terlihat menjadi menarik dilihat. Dan Priyanto, pria asal Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon bisa menyulap baur pisang dan biji-bijian menjadi lukisan indah sebagai hiasan dinding panti.

Perajin berusia 35 tahun ini  memiliki ide untuk membuat hiasan penghalang dari batang pisang yang dikeringkan dan dikombinasikan dengan biji-bijian. Dan ini sudah dilakukannya sejak 10 tahun yang lalu.

“Ide awal sudah dari 10 tahun yang semrawut atas inisiatif sendiri karena tahu batang pisang kering dan biji-bijian di sekitar rumah yang tidak dimanfaatkan. Jadi saya berinisiatif buat coba-coba membuat lukisan dari bahan-bahan yang ada itu, ” katanya saat ditemui TIMES Indonesia di kediamannya, Jumat (22/5/2020).

Dari hasil kreasinya tersebut, mayoritas menggunakan bahan daripada pelepah pisang serta biji-bijian tanaman yang berada di sekitar sendi. Namun bukan hanya pelepah pisang dan biji-bijian saja, dia pula dapat membuat lukisan indah lantaran kulit batang pohon kelapa, serabut buah kelapa dan daun kelapa.

“Bahan yang digunakan mayoritas menggunakan tulang daun pisang dan biji-bijian, saya serupa menggunakan kulit batang pohon kelapa, serabut kelapa dan daun kelapa, ” ujarnya.

Lukisan ini dijualnya berangkat harga Rp 200-700 ribu, disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan sasaran yang digunakan. Sejauh ini dirinya hanya menerima pesanan secara reguler untuk nama dan lukisan paras.

“Tingkat kesulitan tergantung bahan yang di gunakan karena terdapat dalam gambar hanya satu bahan dan percampuran bahan antara pelepah pisang, serat kelapa, biji-bijian, ” ungkapnya.

Priyanto mengaku juga mampu membuat lukisan secara ukuran besar, meskipun membutuhkan masa yang cukup lama  mengingat banyaknya bahan yang digunakan serta besaran dimensinya. Namun lukisan yang menyesatkan banyak diminati oleh pembeli yakni lukisan berukuran 30×40 cm.

Ia membicarakan sejauh ini lukisan yang dibuatnya beragam, mulai lukisan wajah, bunga, pemandangan hingga kaligrafi. Hanya selalu hingga saat ini dirinya masih kebingungan untuk memasarkan produknya.

Pasalnya sekitar ini ia menjual lukisan sejak batang pisang ini hanya dengan membuka lapak di salah utama pasar di dekat kediamannya. “Soalnya sejauh ini saya jual secara membuka lapak di Pasar Tegalgubug (Kabupaten Cirebon) dan itu juga kalo pasarnya lagi buka, ” jelasnya.   (*)