Penyaluran BPNT di Kabupaten Mojokerto, Menyisakan Sejumlah Persoalan

Penyaluran BPNT di Kabupaten Mojokerto, Menyisakan Sejumlah Persoalan

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah dibagikan. Ada beberapa persoalan pada penyaluran BPNT kali itu. Salah satunya terjadi di Desa Claket, Kecamatan Lintah, Kabupaten Mojokerto Senin (09/8/2021).

Agen BPNT tidak mempunyai logo e-warong dalam wujud banner yang dipajang. Kejadian ini tidak sesuai secara pedoman umum pembagian sembako.

“Kami hanya menyalurkan, seluruh barangnya dari Dinsos (Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto red). Harga-harganya saya tidak cakap, ” ungkap Heri Ikhwanto, salah satu agen penyaluran BPNT di wilayah Desa Claket dan Cembor.

Proses penyaluran BPNT di Toko Fenny, Dukuh Claket, Kecamatan Pacet. Senin (09/8/2021)(Foto: Thaoqid Nur Hidayat/TIMES Indonesia)

Tengah itu penyaluran BPNT adalah Rp 200. 000 bola lampu KPM/bulan. Agen sama seluruhnya tidak mengetahui jumlah jelas harga dari masing-masing bagian BPNT.

Kronologi Pendirian Agen BPNT, Terkesan Segera

Heri bercerita bahwa dia ditawari dan diminta menjadi agen BPNT. Sebelumnya Heri terdaftar sebagai distributor bank BNI. Proses administrasi dilakukan pertengahan bulan Juli 2021. Akhir Juli dilakukan pengecekan oleh pihak BNI.

“Saya disuruh mengajukan tulisan izin usaha dan sebagainya ya kan. Karena hamba sudah menjadi agen dengan sudah terdaftar di BNI sebelum menjadi agen distributor di BNI ini sebetulnya, ” jelasnya.

Lantas Heri menyiapkan berkas-berkas terkait secara prosedur seharusnya.

“Sehingga sejenis saya ditawari saya oke, saya dapat surat prakata gitu dan ditujukan ke BNI ya kan serta segala macam. Akhirnya BNI datang dicek segala ragam, akhirnya oke gitu membentuk, saya juga gak ngerti kenapa EDC juga belum punya kan, ” terangnya.

Namun keanehan yang dirasakan Heri adalah tiba-tiba komoditas datang. Heri mendapatkan pedoman untuk menghubungi pihak supplier oleh Purwanti, Koordinator TKSK Kabupaten Mojokerto.

Bukti struk EDC yang dibagikan Heri Ikhwanto, bertuliskan Toko Arsy beralamatkan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Selasa (10/8/2021)(Foto: Thaoqid Nur Hidayat/TIMES Indonesia)

“Kita diarahkan ambil beras tangkap di pak Kandar namanya. karena memang sesuai kaki. Sesuai dengan standarnya Biro Sosial, ” terangnya.

Heri kemudian secara jujur membenarkan karena pembagian BPNT itu terkesan terburu-buru.

“Karena sungguh ndadak banget kan, terus terang satu saya nggak ada gambaran mau misalkan, dimisalkan oh kamu kudu menyediakan beras ya gak mungkin. Karena saya nggak punya gambaran. Kamu kudu menyediakan apa namanya komoditi ini, gak mungkin, ” akuinya.

Ditanya mengenai surat legalitas sebagai agen formal BPNT, Heri mengaku belum mengantongi.

Penyaluran BPNT Dimulai tanggal 4

Penyaluran BPNT kesempatan ini dikerjakan genap 2 bulan, yakni bulan Juli-Agustus. Hal itu diungkapkan oleh satu diantara keluarga penerima manfaat (KPM). “Iya langsung 2 bulan, ” ungkap Lilik Purwatiningsih lengah satu KPM asal Dukuh Claket.

Pantauan TIMES Nusantara BPNT yang disalurkan bersifat beras 15 kilogram sebanyak 2 karung. Jeruk di dalam kemasan plastik sebanyak dua kg. Kentang 1 kg sebanyak 2 kantong plastik. Kacang hijau 250 gr sebanyak 2 plastik, serta telur sebanyak 11 biji atau 1, 2 kg.

Klaim TKSK Kecamatan Pacet

TKSK Lintah, Supriyadi menjelaskan bahwa tersedia penambahan penyalur BPNT dengan baru. Penambahan agen perdana ini surat sudah mengakar di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

“Kemarin itu wakil baru, Dulu 8 distributor, sekarang ada 9 orang. Suratnya sudah, ” ungkap Supri ditemui TIMES Nusantara di Kantor Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Selasa (10/8/2021).

Saat ditanya mengenai apakah surat  Perjanjian Kerja Cocok (PKS) antara agen dengan bank, Supri mengaku bukan ranahnya.

“Itu agen ranahnya, ” jelasnya.

Kemudian Supri menjelaskan bahwa sebelum pembagian memang dilakukan pengondisian kepada agen-agen BPNT. Para biro dikumpulkan sekitar 2 Minggu sebelum penyaluran.

“Jadi kronologinya begini. Jadi sebelum penyaluran BPNT. Itu kan agennya saya kumpulkan kesini. Masih ada 8 agen waktu itu. Jadi setiap kamar itu 8 agen pra Penyaluran ini kita kumpulkan. Kadang ada Muspika, kadang-kadang. Disana kita menentukan, lebih kurang bulan ini apa?, ” Jelas Supri.

Permintaan TKSK Kabupaten Mojokerto

Koordinator TKSK Kabupaten Mojokerto, Purwanti mengklaim bahwa ada 8 agen sebelumnya. satu baru diaktifkan bulan Agustus 2021.

“Memang ada 8 ples satu lagi penggandaan. Bulan Agustus, ” jelasnya.

“Kita untuk pengaktifan agen sudah menyampaikan ke kecamatan. Kita sampaikan pada 27 Juli 2021 surat penggandaan agen. Prosesnya kita rekomendasikan ke BNI, oleh BNI diproses, kalau sudah memiliki ID agen tinggal diaktifkan. Agen ini sudah diaktifasi per Agustus, ” berlanjut Purwanti.

Ditanya mengenai kejelasan agen yang sudah mempunyai EDC (Electronic Data Capture) yang digunakan Toko Fenny, (Toko Heri), Purwanti mengiakan meminjam dari agen BNI di Kecamatan Gedeg, tetapi belum diketahui jelas biro penyalur BPNT atau bukan. Hal ini lantaran Purwanti enggan membuka data dengan dalih data ini bersifat rahasia dan merupakan bukti kantor.

Temuan di Agen baru BPNT Toko Fenny, Desa Claket, hasil struk EDC yang tertera tercatat “Toko Asya” yang beralamatkan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

“Nanti saya tunggu pak Kadis dulu, masalah ini membentuk data kantor, ” benar Purwanti.

“Kita ada EDC cadangan dari BNI. Dengan digunakan toko Fenny itu punya agen di kecamatan Gedeg. Tidak boleh (EDC bukan agen penyalur) kalau selama tidak aa permasalahan, ” pengakuan Purwanti.

Ia menyebut, pihaknya menemukan penuh EDC agen yang hancur dan agen baru dengan belum dikirim oleh bagian BNI.

“Kami kemarin penyerasian dengan BNI, banyak EDC yang rusak bahkan belum bisa diganti selama 4 bulan. Kita komunikasikan, datang mana? Bagaimana? BNI tak mampu menjawab, ” mengakhiri Purwanti. (*)