Pentingnya Pendidikan Keluarga

Pentingnya Pendidikan Keluarga

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – “Pendidikan keluarga yang efektif adalah ikhtiar pendidikan oleh orangtua yang mampu berkontribusi untuk mewujudkan anak sebagai hamba Allah dan Khalifah di atas bumi” – Rochmat Wahab

“Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person’s character lies in their own hands. ” Anne Frank

Pelajaran keluarga adalah pendidikan yang memutar awal anak terima. Orangtua jadi guru pertamanya. Siap atau tidak siap orangtua secara otomatis menjadi pendidik utamanya, yang bertanggung berat akan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Di sini orangtua mendapat arahan langsung dari Tuhan, pencipta alam semesta. Yang pada akhirnya orangtua mempertanggungjawabkan kepada-Nya.

Pendidikan keluarga juga menyerahkan anak bimbingan ekstrakurikuler dengan orangtua yang diharapkan dapat memainkan peran sebagai model yang baik. Orangtua adalah orang-orang yang sangat dicintai anak-anaknya, teman yang paling dekat, dan memberikan dampak yang betul esensial terhadap perkembangan dan kesuksesan anak.

Pendidikan keluarga adalah sangat penting, karena dapat memungkinkan keluarga sanggup menegakkan dan memelihara hubungan dengan benar di antara anggota keluarga, teman-teman dan orang lain. Pelajaran keluarga juga memberikan pengetahuan, kadar dan keterampilan yang penting bagi kehidupan anak. Pendidikan keluarga ikut bertanggung jawab dalam membangun fundasi semua aspek kehidupan, karena tersebut dibutuhkan intervensi secara sadar & positif dari orangtua. Sejauh manakah kita orangtua sudah menujukkan kepalang jawab kita di hadapan Tuhan?

Kita sangat menyadari bahwa kualitas pelajaran sekolah sangat tergantung pada suasana sekolah dan tingkat kualitas pengasuh. Analog dengan itu, bahwa status pendidikan keluarga juga ditentukan oleh kualitas lingkungan keluarga dan status orangtua. Kualitas lingkungan keluarga mampu berbentuk lingkungan fisik, bisa serupa berbentuk lingkungan sosial baik stagnan maupun dinamis. Demikian juga karakter orangtua bisa terkait dengan perihal kesehatan, latar belakang pendidikan, order, ekonomi, dan kehidupan beragama orangtua. Juga kualitas hubungan antara bagian keluarga, terutama kualitas hubungan antara orangtua dan anak.

Menurut Lauran Cole (2017) bahwa kesalahan umum yang sering terjadi dalam Pendidikan rumpun, di antaranya: (1) orangtua tak memperlakukan anak sebagai individu dengan berkarakter, yang berkepribadian, akibatnya bujang berlaku aneh dan salah; (2) menjadi cemas yang membebani & melihat dunia luar yang sempurna ancaman dapat mempengaruhi perkembangan baik anak, sehingga anak dijauhkan dari berteman; (3) orangtua yang tidak bisa mewujudkan impian menginginkan anaknya dapat mencapai impiannya dan situasi ini bisa merupakan kesalahan besar, karena membebani anak; (4) orangtua yang menunjukkan kurangnya kasih roman dengan meninggalkan anak di sepadan tempat tanpa ada yang bertanggung jawab, atau mengawasi akan keselamatannya; (5) orangtua menunjukkan sikap serta perilaku yang tidak benar dengan membandingkan anaknya dengan teman sebayanya; dan (6) salah satu kelengahan yang sangat besar adalah seluruh anggota keluarga tidak pernah bertanya terhadap dirinya sendiri akan kegagalan yang menimpa anaknya.

Di era millenial yang syarat dengan perubahan, pendidikan keluarga tidak cukup bersifat biasa. Melainkan nuansa pendidikan keluarga kudu bersifat modern dan futuristik. Pendidikan keluarga tidak cukup hanya menyediakan anak sebatas kecakapan personal & sosial untuk kepentingan hidup sehari-hari, melainkan lebih dari itu dengan memberikan kecakapan intelektual dan kaya, kecakapan adaptif, kecakapan digital dan kemampuan moral. Karena itu orangtua tidak cukup dengan pengalaman individual yang diperoleh di masa kecilnya. Orangtua harus mengupgrade diri secara kemampuan modern, sehingga bisa mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak secara baik. Pendidikan keluarga harus mampu menyiapkan anak menjadi warga negara global yang menjunjung tinggi local wisdom.

Demikianlah beberapa hal penting mengenai pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga dengan efektif, tidak hanya dibatasi dengan misi terbatas, yang bersifat domistik, melainkan juga dengan misi tak terbatas, yang bersifat global. Pelajaran keluarga tidak hanya berorientasi kehidupan duniawiyah semata, melainkan juga berorientasi kehidupan akhirat. Pendidikan keluarga tidak hanya bertumpu kepada kedua orangtua saja, melainkan juga semua anggota keluarga terutama yang dewasa. Pendidikan keluarga tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional saja, melainkan juga bisa menggunakan jasa teknologi moderen (digital) sepanjang itu positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Akhirnya kalau pendidikan keluarga yang terbaik merupakan pendidikan yang dilakukan oleh orangtua mampu membangun fundasi kehidupan taat.   (*)

***

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psyco Education Centre.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi  timesindonesia. co. id

**)   Kopi TIMES atau  rubik opini di TIMES Indonesia  terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan bagian telepon yang bisa dihubungi.

**)   Tulisan dikirim ke alamat e-mail:   [email protected] co. id

**)  Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.