Pengantara Ketua MPR RI: Masifkan Edukasi Masyarakat tentang Covid-19Â

Pengantara Ketua MPR RI: Masifkan Edukasi Masyarakat tentang Covid-19Â

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR MENODAI, Lestari Moerdijat menyatakan, penanganan sektor hulu pengendalian Covid-19  seperti edukasi harus cepat diperbaiki. Ini perlu dilakukan untuk menekan jumlah peristiwa meninggal akibat Covid-19 pada tanah air.  

“Sejumlah indikator pengendalian Covid-19 membaik cukup signifikan. Namun nilai kematian akibat Covid-19 dengan nasional belum juga mampu ditekan hingga di lembah 1. 000 kasus, perbaikan di sektor hulu harus masif dilakukan, ” kata pendahuluan Wakil Ketua MPR MENODAI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/8/2021).

Departemen Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (21/8) terjadi penggandaan 16. 744 kasus.
Penambahan kasus positif tersebut mengalami penurunan yang pas signifikan dibanding hari Jumat (20/8/2021) yang tercatat 20. 004 kasus.

Sementara jumlah tes Sabtu (21/8) sebesar 116. 306 orang dengan positivity rate harian mencapai 14, 40 persen. Pada Jumat (20/8) jumlah tes sebanyak 113. 847 orang, dengan positivity rate 17, 57 persen.

Sedangkan kasus meninggal dunia pada Sabtu (21/8) justru mengalami kenaikan sebanyak 1. 361 karakter. Padahal sehari sebelumnya kejadian meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat 1. 348 orang.

Lestari berharap, para pemangku kepentingan segera melakukan pemeriksaan upaya pengendalian di zona hulu secara masif serta terukur.

Rerie, sapaan familier Lestari menduga masih banyak masyarakat di berbagai kawasan yang benar-benar belum mengarungi bahaya dari Covid-19, sebab upaya edukasi terhadap umum kurang maksimal.

Faktanya, tambahan Rerie, meski fasilitas kesehatan tubuh pada kondisi yang penuh, karena lebih banyak anak obat datang dengan kondisi dengan sudah parah karena terlambat terdeteksi Covid-19, menambah total kasus meninggal.

Karena itu, anggota Majelis Tinggi Golongan NasDem itu, sangat meminta para pemangku kepentingan dalam sejumlah daerah melakukan cara masif dan terukur agar dalam menanamkan pemahaman umum soal Covid-19.

Bila kelompok paham tentang Covid-19, terang Rerie, setidaknya dua upaya pencegahan bisa direalisasikan dengan segera, yaitu sedini kira-kira memeriksakan diri bila menemui gejala ringan dan bertambah mudah untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 nasional.

Karena tersebut, Rerie mengajak para pemangku kepentingan di daerah dengan hingga saat ini nilai kematian akibat Covid-19-nya sedang tinggi, mengerahkan seluruh upaya lewat sebuah gerakan asosiasi paham Covid-19 misalnya, supaya kasus meninggal di kawasan bisa segera ditekan.

Di sisi lain, tegasnya, pembagian vaksin dari pemerintah tengah ke sejumlah daerah pula harus ditingkatkan sesuai keinginan setiap daerah, agar kekebalan komunitas segera tercapai jadi bagian dari strategi pencegahan dari paparan Covid-19.

Secara kombinasi partisipasi seluruh elemen masyarakat lewat upaya pencegahan di hulu dan pengerjaan Covid-19 di hilir sebab para pemangku kepentingan yang baik, Rerie percaya, upaya pengendalian penyebaran virus korona di tanah air bakal berhasil sesuai rencana. (*)