Penelaahan Tatap Muka Sudah Dikerjakan TK Pius Cilacap

Penelaahan Tatap Muka Sudah Dikerjakan TK Pius Cilacap

TIMESINDONESIA, CILACAP – Kabar bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan serentak pada bulan Juli 2021 mendatang, TK Pius Cilacap ternyata sudah memulai, bahkan sejak Senin (8/3/2021) lalu.

“Kami tiba pembelajaran tatap muka di 8 Maret 2021, ” ujar Theresia Sukrismiyati, instruktur TK Pius Cilacap, Rabu (31/3/2021).

Menurut Theresia, penelaahan tatap muka ini akan saran dari pengawas dan pihaknya mendapat izin.

Dijelaskan, sistem yang dilakukan yaitu dengan cara shift dikarenakan jumlah siswanya 10 di dalam satu kelas.

TK Pius Cilacap q

“Kami bagi dua dan pada setiap kelas lima anak. Anak-anak masuk sekolah sekali seminggu. Jadi setiap kelas tak boleh lebih dari lima anak, ” imbuhnya.

Sedangkan untuk orang tua ataupun penjemput anak tidak boleh masuk lingkungan sekolah karena protokol kesehatan.

Anak-anak diajarkan protokol kesehatan yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, tidak boleh berkerumun, serta menghindari kontak fisik secara teman.

“Kami juga melestarikan jarak saat di posisi serta anak-anak sementara tak kami ajak main dalam luar, ” ungkap Theresia.

Ditanya perbedaan ketika mengabulkan pembelajaran tatap muka, dia menjawab bahwa kita bisa secara langsung bertatap muka dengan anak-anak dan tahu langsung serta mengamati kemajuan anak.

TK Pius Cilacap v1

Jika menggunakan daring, ucapnya, kita hanya mengetahui perkembangan anak melalui WA orang tua, atau video yang dikirimkan sebab orang tua.

Theresia mengaku bersyukur karena beberapa minggu setelah ia melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka, anak-anak tetap disiplin dan itu tertanam selama belajar dalam rumah.

Itu terbukti kala anak masuk sekolah, mereka tetap disiplin dan bertanggung jawab, yakni mau memedulikan apa yang disarankan guru dan patuh pada apa yang disampaikan guru di dalam masa pandemi ini.

“Kami bersyukur anak-anak punya disiplin dan tanggung jawab dengan tinggi. Mereka tetap mengindahkan dan mengikuti saran kiai meski sudah lebih setahun tidak mengikuti pelajaran dalam sekolah, ” katanya.

Ia dan para guru berniat adanya dukungan orang sampai umur terhadap apa yang dilakukan dalam pembelajaran tatap membuang tersebut, khususnya pada status pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga pihaknya langsung bisa memantau lahir kembang anak saat penelaahan tatap muka ini.

Siswa bernama Aldrich Collin Setiawan mengaku senang bisa menelaah kembali di sekolah. “Saya senang, ” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa di sekolah bisa bertemu secara teman-temannya, belajar bersama, meski guru membatasi karena situasi pandemi.

Lain dengan Ruth Axella Simanjuntak. Dengan centilnya ia berkata senang mampu belajar dengan teman-temannya dalam sekolah, bahkan ia tak mau kembali belajar dalam rumah.

“Enak seperti ini, ” ungkapnya jujur terkait dimulainya pembelajaran tatap depan di sekolahnya. (*)