Pendirian Infrastruktur Wisata Merak-Baluran buat Membangkitkan Ekosistem Daerah

Pendirian Infrastruktur Wisata Merak-Baluran buat Membangkitkan Ekosistem Daerah

TIMESINDONESIA, CHINA – Infarstruktur menjadi kunci utama mengambil semua akses segala dunia, terutama dalam pengembangan wisata. Sektor pariwisata memiliki penuh kelebihan terkait penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, serta pemberdayaan domestik yang membantu kebijakan secara inklusif.  

Pembangunan Infrastuktur di tempat Merak-Baluran susah sesuai secara RPJMN 2020-2024, dalam bentuk percepatan kebangkitan pariwisata & pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan ekosistem pariwisata desa itu juga mendapatkan perhatian penuh dari Kemenparekraf/Baparekraf. Menurut Sandiaga Uno, pariwisata desa dalam Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk penerimaan negara.  

Inovasi dari pemerintah Situbondo untuk membentuk Infrastuktur wisata Merak-Baluran ialah strategi yang sangat progresif. Pemerintah daerah mampu tahu peluang nilai perekonomian lantaran sektor pariwisata yang begitu besar akan tetapi seluruh itu tidak lepas sejak Manajeman Perusahan daerah di mengelolanya sehingga mampu menggunakan peluang yang ada.

Potensi Ekonomi Daerah 

Pada tahun 2017 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) total transaksi dengan terjadi akbibat kegiatan wisata mampu mencapai Rp634 triliun atau meningkat 8, 4% dibandingkan tahun 2016 dengan hanya   Rp584 triliun. Hal tersebut juga asi di Situbondo, dalam perluasan industri pariwisata pemerintah daerah harus mampu melihat peluang yang ada.

Pemerintah kudu melihat peluang berkolaborasi dengan masyarakat sekitar sehingga berharta meningkatkan UMKM yang tersedia. Mengaca kepada Tiongkok UMKM menjadi kekuatan utama rekan mereka sehingga mampu menjadikan ekonomi secara pesat. Kemajuan UMKM di Tiongkok mencapai 73, 28 juta dalam Juli 2017, sehingga kemantapan ekonomi secara nasional benar mudah dikontrol.  

Di dalam era saat ini, kawasan harus mampu bersaing secara nasional ataupun global di era pasar bebas yang di tuntut untuk bersaingan secara kompetitif dengan negara-negara dari penjuru dunia. Perluasan produk daerah harus bisa menghasilkan produk yang bisa bersaing secara nasional maupun internasional, oleh karena itu perlu integritas dari negeri daerah kepada pelaku UMKM.  

Masyarakat harus diberikan arahan untuk mempunyai product diiferenciate, yang artinya keluaran tersebut mempunyai keunikan tersisih sehingga sulit untuk dalam tiru pesaing lainnya. Dalam teori product diiferenciate di strategi geric porter memiliki makna, bahwa produk itu memang harus dihasilkan dibanding daerah lokal tersebut jadi memiliki ke unikan, kekhasan dan perbedaan tersendiri dibandingkan produk substitusinya. Produk serupa ini mampu mempunyai gaya saing yang tinggi.

Ekonomi di Situbondo menurun drastis pada 2020, laju pertumbuhan   produk domestik regional bruto (PDRB) pada tahun 2020 mengalami kontraksi -2, 33 persen. Hal itu menjadi poin penting untuk pemerintah daerah saat itu. Pemanfaatan UMKM di daerah industri wisata diharapkan mampu untuk menstabilkan ekonomi kawasan kembali, Tiongkok saat tersebut selalu berkomitmen menstabilkan situasi tersebut sehingga ekonomi yang mereka bangun memang dibanding akar sehingga tidak gampang mengalami penurunan secara tajam.  

Pengembangan Infrastuktur desa wisata tersebut nantinya diharapkan mampu membuat ekosistem gres sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya secara istimewa. Pemerintah daerah juga harus memperhatikan wisata yang sudah berdiri sejak lama, jadi mampu bersinergi dengan wisata yang baru dikembangkan. Ini dilakukan dengan harapan tidak terjadi lagi kasus selaku dengan Perusahan daerah bagaikan   objek wisata miring pasir putih yang terancam bangkrut.  

Strategis dan Kolaboratif

Situbondo merupakan daerah yang betul strategis dalam pengembangan sektor industri pariwisata. Secara geografis Situbondo berdekatan dengan Bali sehingga sangat memungkinkan jika wisatawan asing tertarik buat berkunjungan jika pengelolaan wisata yang dimiliki ditekuni secara intens. Jalur pantura pula merupakan komponen penting sebab merupakan jalan utama untuk wisatawan asing atau lokal yang akan ke Bali melewati jalur darat dibanding arah Surabaya.  

Wisata di Situbondo akan memiliki daya tarik tersendiri jika memfokuskan kepada budaya. Wisata juga harus menggandeng dengan intens para komunitas kecil dan budaya daerah. Meniru saja Bali dengan istiadat tari kecak dan kekentalan budaya Hindu mereka. Tersebut merupakan suatu hal baru yang dirasakan oleh wisatawan luar yang tidak sanggup mereka jumpai di wilayah mereka. Situbondo mungkin mampu dengan adat   tari Ojung atau budaya yang lain sehingga hal tersebut nantinya yang dapat menarik wisatawan dari luar.  

Motor seni budaya di daerah harus sering dikumpulkan pertama juga para pemuda akademisi harus diberikan ruang buat saling berdiskusi memberikan gagasan kepada kemajuan wisata daerah, karena hanya kolaborasi kita bersama yang dapat mengutarakan Situbondo dengan kebersamaan serta keharmonisan. Semua masyarakat kudu mampu bersinergi begitupun secara pemerintah daerah, harus berkecukupan mendengarkan aspirasi dari seluruh rakyat.  

Startegi tersebut yang nanti mampu membawa industri pariwisata di Situbondo menjadi makin baik, sehingga dengan pariwisata tersebut selalu mampu memberikan dorongan secara langsung kepada kemajuan ekonomi dan pembangunan di kawasan situbondo. Karena tidak merapatkan kemungkinan Situbondo akan menjadi daerah yang sangat cepat dalam perkembangan di daerah pariwisata dan ekonomi.  

***

*) Oleh: Rasyuhdi (Mahasiswa Chinese Business Najing University China).

*)  Karya Opini ini sepenuhnya ialah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung tanggungan redaksi timesindonesia. co. id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan kejadian hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

**) Redaksi mempunyai tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak pantas dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.