Pemerintah Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Kelanjutan Covid-19 Bisa Berhasil

Pemerintah Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Kelanjutan Covid-19 Bisa Berhasil

TIMESINDONESIA, BANYUMAS – Pemerintah pusat dalam menangani peristiwa pandemi Covid-19 terus melakukan cara positif baik dalam pencegahan, penyebaran, dan penangangan penderita yang membangun. Bahan pemerintah melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) secara bulat.

Dari rilis Tim Komunikasi Komite Pengerjaan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diterima email TIMES Banyumas pada Rabu malam pukul 22: 00 WIB (4/11/2020) dijelaskan, hingga 2 November 2020, jalan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp361, 1 Triliun atau 51, 9% daripada total anggaran yang disiapkan yaitu sebesar Rp695, 2 Triliun.

Satgas PEN berharap dapat memaksimalkan penyaluran Kalender PEN pada Kuartal IV 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat dan sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi. Dalam konperensi pers virtual yang diikuti oleh TIMES Banyumas, diharapkan semua anggaran PEN terserap.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami meminta bahwa sisa anggaran PEN mampu kita serap semua, Minimal Rp100 Triliun bisa kita salurkan pada Kuartal IV 2020, ” nyata Ketua Satgas PEN  KPCPEN Akhlak Gunadi Sadikin, pada Konferensi Pers yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Sementara Menteri Baik Juliari Batubara menjelaskan penyaluran rencana PEN terbesar berasal dari Klaster Perlindungan Sosial yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp203, 9 Triliun dan telah terealisasi Rp176, 38 Triliun atau tersalurkan 86, 51% dari total anggaran.

Program-program perlindungan sosial dari bulan ke bulan terus terpenetrasi dengan semakin baik. Program-program yang termasuk klaster perlindungan sosial antara lain, PKH (Program Suku Harapan), Kartu Sembako/BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Bansos Tunai Non-Jabodetabek, Bansos Sembako Jabodetabek, Logistik/ Pangan/ Sembako, BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa, dan Diskon Listrik.

“Untuk Klaster Perlindungan Sosial yang berkecukupan di bawah program Kementerian Sosial memiliki pagu anggaran sebesar Rp128, 9 Triliun. Anggaran ini  telah terserap Rp112, 7 Triliun (87, 44%). Sisanya sudah dijadwalkan buat pencairan di bulan November-Desember, ” jelas Menteri Sosial, Juliari P. Batubara.

Program perlindungan sosial yang sudah dimulai sejak Maret 2020 ialah program-program regular yang sifatnya diperluas seperti PKH dan BPNT.  

“Sedangkan program-program baru yang sifatnya istimewa untuk menghadapi Covid-19 juga sudah terselenggara dengan baik berkat kerjasama yang baik antar lembaga serta pemerintah daerah, ” tambah Juliari P Batubara.

Penyaluran PKH telah lulus mencapai target 10 juta Puak Penerima Manfaat (KPM). Kemudian Rencana Sembako atau BPNT yang sebelumnya memiliki target 15, 2 juta KPM diperluas cakupannya menjadi 20 juta KPM dan mencapai tumpuan tersebut pada September 2020 berserakan.

Adapun program khusus untuk menghadapi Covid-19 berupa Bantuan Sosial Sembako Jabodetabek dengan target penerima 1, 9 juta KPM dan Bansos Tunai (BST) Jabodetabek dengan target penerima 9 juta KPM sudah menyentuh target.

Dua tambahan program lainnya dengan bekerjasama dengan BULOG, yakni Bansos Beras untuk KPM PKH dengan target 10 juta KPM sudah dimulai Agustus dan akan siap November 2020, dengan total pembagian beras sebesar 450 ribu ton. Satu lagi BST untuk KPM Program Sembako non PKH dengan target 9 juta KPM dengan sudah dieksekusi pada bulan September lalu.

“Untuk PKH dari anggaran Rp36, 71 Triliun sudah terserap 100%. Untuk BPNT dari anggaran Rp43, 12 Triliun, sudah terserap Rp37, 31 Triliun, dan sisanya ini akan dicairkan di bulan November dan Desember. Jadi Insya Tuhan pencapaiannya akan 100%. Dari sisi anggaran program-program khusus yaitu yang pertama Bansos Sembako Jabodetabek, tersebut akan selesai di bulan Desember yang saat ini realisasinya Rp5, 65 Triliun dari anggaran Rp6, 84 Triliun. “Terangnya

Kemudian Bansos Tunai masih berjalan sampai bulan Desember dengan realisasi Rp25, 86 Triliun dari anggaran Rp32, 4 Triliun.

“Insya Allah ini juga tidak bakal menemui kendala untuk realisasi 100%. Yang terakhir adalah Bansos Tunai Bagi KPM Sembako non PKH yang sudah dieksekusi sepenuhnya pada bulan September lalu dengan perkiraan mencapai Rp4, 5 Triliun, ” papar Juliari P. Batubara.

“Semoga program-program yang diluncurkan ini benar-benar mampu dirasakan manfaatnya khususnya bagi saudara-saudara kita yang terdampak pandemi Covid-19, ” tambah Juliari P. Batubara.

Beberapa program juga akan langsung dijalankan pada Januari 2021 mendatang, molek yang sifatnya regular seperti halnya program PKH dan BPNT dengan akan diselenggarakan mulai Januari 2021, maupun program BST yang bakal diselenggarkan Januari – Juni 2021.

Klaster perlindungan sosial dalam program PEN memang diinstruksikan oleh Presiden untuk langsung disusun kembali rencana agenda penyalurannya pada Kuartal I 2021. Hal ini untuk menjaga penggunaan nasional dan diharapkan berkontribusi buat pemulihan ekonomi.

“Semua rakyat yang memiliki dampak terbesar dan berada pada strata terbawah harus dibantu. Cara penyerapan sampai Desember 2020 mematok tahun depan, kita akan lestari fokus agar program-program perlindungan baik itu yang ada pada Kemensos, Kemenaker, maupun Kementerian serta Lembaga lainnya akan kita terlanjur karena berdampak terbesar bagi masyarakat terbawah, ” imbuh Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut lagi, fokus kedua program PEN adalah mengejar penyerapan bantuan untuk UMKM, karena lebih dari 90% UMKM menyerap gaya kerja dan berkontribusi lebih daripada 50% PDB Nasional.

“Kita masih tersedia sisa 2 bulan di Kuartal IV 2020 ini. Sisa perkiraan pemulihan ekonomi nasional (PEN) secara keseluruhan Rp170-180 Triliun. Minimal kita mengejar penyerapan Rp100 Triliun datang Desember, dan jika bisa meminta semuanya, ” tegas Budi Gunadi Sadikin. (*)