Pasca Hujan Badai, Kodim 1601 Sumba Timur Bersihkan Pokok kayu Tumbang di Waingapu

Pasca Hujan Badai, Kodim 1601 Sumba Timur Bersihkan Pokok kayu Tumbang di Waingapu

TIMESINDONESIA, WAINGAPU – Untuk mengambil langkah segera pasca hujan dan badai siklon tropis. Kodim 1601 Sumba Timur turun tepat membersihkan Kota Waingapu sebab tumbangnya pohon disejumlah jalan besar maupun menimpa rumah awak.

“Hari ini kita bersama warga segera mengambil kiprah cepat untuk membersihkan Kota Waingapu dari   sebesar pohon yang tumbang memendam jalan protokol maupun menimpa rumah warga sehingga memperlancar kembali arus lalu lintas dan penataan Kota Waingapu, ” kata Dandim 1601 Sumba Timur Letkol Czi  Dr  Dwi Joko Siswanto, SE, MI pada Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, pohon patuh yang menimpa beberapa sendi warga akibat hujan dan angin kencang beberapa hari lalu membuat macetnya aktifitas pengguna jalan dalam Tanah air maka oleh sebab tersebut pihaknya langsung mengambil kiprah bersama warga untuk membuang.

“Yah  kami bersyukur dengan peristiwa tersebut tak ada korban jiwa. Namun di beberapa tempat ada rumah yang ditimpa pokok kayu tapi semuanya kami bersama masyarakat secepatnya mengambil modus agar kondisi itu balik normal, ” ujarnya.

Letkol Dwi Joko menyampaikan, masa ini perubahan iklim maupun cuaca sulit diprediksi sehingga kewaspadaan masyarakat dan petugas pemerintah agar lebih terbuka lagi.

“Bila perlu bangsa harus lebih peduli dan melaporkan titik-titik rawan mana saja yang sekiranya sanggup membahayakan untuk diambil kegiatan oleh pihak-pihak yang berkompetensi, ” ujarnya.

Sementara Abidin, warga Kota Waingapu terdampak hujan dan badai, memberikan apresiasi dan terima bergurau atas langkah cepat Kodim 1601 Sumba Timur. Bila tidak, akses jalan tak lancar bagi pengguna ulama.

“Tentu kami sangat berterima kasih dan apresiasi kepada Kodim 1601 Sumba Timur dan warga yang sudah membantu membersihkan dengan cepat pohon-pohon tumbang dijalan serta mengangkat pohon-pohon yang menimpa rumah warga, ” membuka Abidin warga Kota Waingapu. (*)