Mengambil Testing Digencarkan, Wali Kota Malang: Jangan Takut Positive Rate Tinggi

Mengambil Testing Digencarkan, Wali Kota Malang: Jangan Takut Positive Rate Tinggi

TIMESINDONESIA, MALANG – Kota Geruh terus menggencarkan testing & tracing dalam memantau perkembangan penyebaran Covid-19. Apalagi, cocok dengan instruksi Menko Marves bahwa jangan ada data yang ditutupi dan jangan takut dengan positive rate yang tinggi. Itulah dengan diminta Wali Kota Udi, Sutiaji.

Sutiaji meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Praja Malang untuk tak curiga untuk melakukan testing pada warga dan tak kecil jika positive rate dalam Kota Malang masih tinggi.

“Saya minta ke dr Husnul (Kadinkes) jangan gamang testing. Jangan takut positive rate tinggi. Di awak tidak ada data ditutupi dan data semuanya dalam NAR (New All Record), ” ujar Sutiaji, Selasa (24/8/2021).

Sutiaji mengungkapkan kalau testing di Kota Rengsa sendiri hingga saat ini sudah sesuai dengan regulasi. Apalagi, jumlah testing yang ditargetkan mencapai 1: 1. 000 dalam periode zaman satu pekan.

“Targetnya itu 1: 1. 000 total penduduk setiap minggu. Kita bisa melebihi. Apalagi jumlah di Labkesda pada 2020 saja sudah 100 tip, ” ungkapnya.

Ia mengirimkan bahwa pada Januari mematok Agustus 2021 saja secara jumlah 34 minggu sudah ada testing 5. 822 dengan positive rate kira-kira 4 persen saja. “Minimal 875 di WHO. Sehari sampling sampai 500, belum mandiri, ” katanya.

Tatkala itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebutkan bahwa pihaknya siap untuk mencapai target testing melalui 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang.

Husnul menjelaskan, dalam testing yang awalnya 1: 5 atau testing dari satu orang positif Covid-19 ke 5 orang kontak erat. Saat ini telah menyusun pada 1: 10 had 15.

“Kalau Puskesmas sudah punya daftar rilis pengesahan positif ya. Jadi setiap hari gak sama. Seolah-olah puskesmas A dapt data rilis 5, nah kemudian dilakukan pelacakan. Dari 5 pelacakan ini ketemu berapa. Misal ketemu 3, dibanding itu kita lihat berapa yang kontak erat. Zona dari kontak erat kita lakukan tracing lagi, ” jelasnya.

Tak hanya tersebut, dikatakan Husnul, testing pada setiap Puskesmas sendiri pula ada dua kategori. Tiba dari yang berdasarkan tracing kontak erat, maupun suspek yang nantinya akan ikut dilakukan screening.

“Sehingga testing itu bisa dilakukan di Poli dengan keluhan atau suspek ke Covid-19. Misalnya keluhan batuk, pilek dan demam. Itu juga screening untuk bisa dilakukan testing, ” pungkasnya menanggapi pengembangan testing yang diminta Wali Kota Malang, Sutiaji. (*)