Menahan Isu KDRT, KJRI Sydney Lakukan Penyuluhan Hukum untuk Diaspora

Menahan Isu KDRT, KJRI Sydney Lakukan Penyuluhan Hukum untuk Diaspora

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Kekerasan pada rumah tangga (KDRT) atau domestic violence , terutama terhadap perempuan, merupakan salah utama isu yang banyak dihadapi para WNI dan diaspora Indonesia di luar negeri.   Inilah dengan mendasari KJRI Sydney menyelenggarakan konseling hukum tentang hak-hak perempuan serta isu kekerasan dalam rumah tangga di Australia, khususnya bagi para-para imigran.

Ini karena keberhasilan penanganan isu tersebut, tidak hanya dipengaruhi lantaran upaya perlindungan oleh Perwakilan MENODAI di luar negeri, tetapi pula dari tingkat kesadaran masyarakat Indonesia dan diaspora, terutama dalam melakoni hak dan kewajiban individu, serta hukum setempat.  

Kegiatan penyuluhan kaidah pada Sabtu (11/7/2020) kali tersebut merupakan bagian dari peluncuran agenda pelayanan perlindungan KJRI Sydney dengan bernama BETA SIAGA – Beserta Kita Saling Jaga.

Dalam sambutan pembukaannya, Konjen RI Sydney, Heru Hartanto Subolo, menggarisbawahi bahwa aspek pencegahan dini, termasuk melalui penyuluhan adat dan kegiatan yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, memiliki posisi penting dalam menentukan keberhasilan cara perlindungan WNI.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Nusantara (BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, dalam sambutan kunci yang disampaikan secara daring, mengapresiasi kontrak KJRI Sydney dalam memberikan perlindungan dan pencegahan, melalui BETA SIAGA.  

Perwakilan RI dan masyarakat mampu bahu membahu untuk dapat meningkatkan langkah-langkah perlindungan yang lebih tertib, agar permasalahan yang dihadapi WNI di wilayah kerja menurun, melalui upaya pencegahan yang sistematis bersinergi dengan sistem setempat di Australia.

Rancangan peluncuran program BETA SIAGA pada KJRI Sydney dihadiri oleh 20 wakil-wakil komunitas masyarakat Indonesia secara tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh 50 orang yang berpartisipasi secara daring, melalui Zoom Meeting, maupun banyak lagi pemirsa yang menyaksikan melalui kanal Youtube KJRI Sydney.  

Kegiatan peluncuran dilanjutkan secara penyuluhan hukum dengan tema ‘Hak Asasi Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Australia bagi Imigran’ yang menghadirkan pemateri Amy Dhewayani, Ketua Caring Is Culture – sebuah komunitas yang memiliki perhatian pada isu penanganan kebengisan dalam rumah tangga.  

Secara garis besar, Amy menyampaikan pentingnya bagi WNI yang telah dan mau tinggal di Australia untuk pelajaran peraturan dan kebijakan pemerintah setempat, termasuk terkait penanganan kekerasan dalam keluarga, serta menjalin komunikasi dengan komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Australia dan Perwakilan MENODAI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai informasi, berdasarkan Laporan Australian Institute of Health and Welfare (AIHW) tahun 2019, terdapat 1 dari 6 perempuan di Australia pernah mengalami kekerasan dari pasangannya. Bahkan, dari survei lanjutan yang dilakukan oleh AIHW, 46 upah dari responden perempuan yang merasai kekerasan dari pasangannya tidak pernah mencari bantuan.  

Selain itu, 8 dari 10 perempuan tidak sudah melaporkan tindak kekerasan yang dialami kepada polisi/otoritas yang berwajib setempat.

Melalaikan program BETA SIAGA, akan dengan berkala diselenggarakan kegiatan penyuluhan terkait berbagai isu perlindungan, baik dengan tatap muka langsung, maupun dengan daring serta secara berkesinambungan menggunakan website dan seluruh kanal media sosial KJRI Sydney. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman beserta kesadaran tentang isu-isu perlindungan pada seluruh WNI di wilayah kerja KJRI Sydney. (*)