Melangsungkan Raker, Dispendukcapil se Jatim Diminta Kreatif dan Inovatif

Melangsungkan Raker, Dispendukcapil se Jatim Diminta Kreatif dan Inovatif

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Seluruh Kepala Biro Kependudukan dan Pencatatan Biasa (Dispendukcapil) se Jawa Timur menggelar rapat koordinasi perluasan penyelenggaraan program kependudukan.

Rapat yang dilaksanakan selama dua hari (8-9/4/2021) di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya tersebut membahas tentang pembaruan dan kreativitas dalam melayani masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Dr. Andriyanto SH MKes mengatakan, pada era digital saat ini semuanya kudu bisa menyesuaikan dengan iklim.

Rapat-koordinasi-di-Mercure-Hotel-Surabaya-b.jpg

“Artinya pelayanan Dispendukcapil tak terkecuali di Jawa Timur harus mengunakan online. Semua harus berinovasi di melayani masyarakat, ” introduksi Andriyanto kepada TIMES Indonesia, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Andriyanto, inovasi yang dimaksud bisa berupa anjungan dukcapil sendiri. Bahkan lebih dari tersebut, kalau bisa pelayanan administrasi kependudukan bisa dicetak di rumah masing-masing, seperti KK, akte kelahiran, akte moralitas dan seterusnya.

“Kita telah menyederhanakan dokumen kependudukan dengan cara online dan sebagainya, supaya masyarakat mudah dan bahagia. Apalagi hari ini semua gratis dan tanpa calo, pungli apalagi, ” terangnya

“Jadi masyarakat serupa harus memahami bahwa buat mengurusi berkas kependudukan itu mudah dan gampang, ” imbuh Andiyanto.

Pihaknya bersyukur saat ini Dinas Kependudukan di Jawa Timur sudah punya inovasi dan terobosan baru dalam melayani klub. Artinya kualitas pelayanan publik lebih meningkat.

“Bahkan tidak hanya di Banyuwangi ataupun Malang, kabupaten lain pada Jawa timur sekarang lengkap inovasi dan kreativitas. Itu tentu kualitas pelayanan pada daerahnya meningkat, ” ujarnya.

Dahulu, kata Andriyanto, cakupan perekaman kartu identitas bani sangat rendah di Jawa timur. Namun per bulan April ini sudah menyentuh hampir 35 persen.

“Itu berarti inovasi yang dilakukan seperti jemput bola benar sasaran. Dan harus bertambah ditingkatkan tentunya, ” ujarnya.

Selain membahas tentang kependudukan, dalam pertemuan tersebut pula membahas terkait bagiamana penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri RI.

“DAK non fisik tahun 2021 ini mengalami penurunan. Di Jawa Timur hanya mendapat Rp 88 Milyar dengan terbagi untuk provinsi & 38 kabupaten/kota se Jatim, ” jelasnya.

Asistensi itu, lanjut Andiyanto, dimaksudkan supaya pemanfaatan anggaran tersebut tak menyimpang dan dipakai untuk hal yang terkait dengan administrasi kependudukan sipil. Seperti contoh penggunaan belanja pangkal, harus diatur hanya suntuk 10 persen dari pengakuan DAK non fisik dibanding provinsi dan kabupaten/kota.

“Dan kalau di rata-rata sebab 10 persen itu sekitar Rp 2 Milyar, bermanfaat hanya Rp 200 juta. Nah dari anggaran tersebut bisa untuk dibuat kulak printer atau percetakan KTP dan KIA, ” habis-habisan Andriyanto.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi, Juang Pribadi mengatakan, pelayanan jemput bola kepada klub sudah lama dilakukan pada Kabupaten Banyuwangi.

“Bahkan tempat pelayanan publik di Banyuwangi sengaja banyak dibangun buat mempermudah akses masyarakat di dalam mengurus dokumen, surat-surat ataupun segala hal terkait secara keadministrasian, ” kata Berlaga.

Dulu, kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi tersebut, pelayanan pencetakan e-KTP, KK dan dokumen-dokumen lain terpusat di jawatan dinas. Namun semenjak ada Mal Pelayanan Publik & Pasar Pelayanan Publik, umum sangat terbantu.

“Iya karena sekarang ke mall pelayanan publik dan pasar penyajian publik juga bisa. Oleh karena itu sangat memudahkan, ” jelasnya.

Meski begitu Juang tak lantas bangga. Menurutnya, inovasi-inovasi dalam pelayanan kependudukan (Dispendukcapil) diperlukan agar masyarakat mampu dimudahkan. (*)