Mahasiswi Anak Penjual Siomai Menangis Haru Terima Bantuan dari Kejari Majalengka

Mahasiswi Anak Penjual Siomai Menangis Haru Terima Bantuan dari Kejari Majalengka

TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Gadis belia anak dari penjual siomai, Nindya Khairunisa (19) menangis haru ketika menerima bantuan dari Kejakasaan Negeri atau Kejari Majalengka, Jawa Barat.

Warga Blok Mananti, Desa Margajaya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka tersebut menerima bantuan berupa laptop, logistik kuliah hingga sembako.

Sambil meneteskan air mata, Nindya Khairunisa mengaku suka atas bantuan diberikan oleh Kejari Majalengka tersebut. Mengingat, peralatan pelajaran terutama laptop sangat dibutuhkan seluruhnya untuk kuliah daring ditengah pandemi Covid-19 ini.

Nindya Khairunisa merupakan seorang mahasiswi kedokteran UNPAD yang berprestasi dari kalangan yang kurang bisa. Ia diterima di UNPAD anugerah prestasi yang torehkannya hingga mendapatkan beasiswa dan saat ini telah menginjak semester tiga.

Sejak kecil, dasar ia dilahirkan dari keluarga keterbelakangan ekonomi. Namun, berkat kejujurannya dia mampu membuktikan bahwa dirinya bisa berguna bagi masyarakat. Apalagi, zaman ini tengah mengejar cita-citanya sebagai dokter, meski dalam keterbatasan.

“Tapi aku menyakini bahwa Allah akan menyerahkan jalan yang terbaik. Apalagi, kelak saya ingin membahagiakan kedua orangtua saya dan membantu masyarakat, ” ungkap anak dari pasangan Suhenda dan Yati Sumiati kepada TIMES Indonesia, Kamis (13/8/2020).

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Kejari Majalengka yang telah mempedulikannya.

“Bantuan yang Bapak berikan ini sangat berguna dan membantu sekali untuk belajar daring saya ini, ” ucapnya.

Sementara itu, Kajari Majalengka, Dede Sutisna mengatakan, awal mula mengetahui status ekonomi Nindya tersebut setelah mendapat informasi dari salah seorang pegawai Kejari Majalengka yang kebetulan sesama alumni SMAN 1 Majalengka dengan peduli terhadap Nindya Khaerunisa dengan membutuhkan laptop untuk kuliah daring.

“Karena, Bapak Nindya ini hanya seorang pedagang siomai di Jakarta, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Jadi mereka sudah tak sanggup lagi untuk membeli laptop. Sementara saat ini, kuliahnya dengan daring, ” jelasnya.

Selanjutnya, kata tempat, ia mengajak semua pegawai Kejari Majalengka untuk iuran membelikan laptop, perlengkapan kuliah dan lainnya. Bantuan ini diharapkan semakin meningkatkan hasil Nindya Khaerunisa dengan belajar & ibadah lebih rajin lagi.

“Semoga bantuan yang kita berikan ini berguna. Dan kami berharap Nindya langgeng menjadi anak yang berprestasi dan dapat menggapai cita-citanya sebagai dokter, ” harap Kepala Kejari Majalengka, Dede Sutisna. (*)