Lima Golongan Jadi Prioritas Utama Vaksin Covid-19 oleh Pemerintah, Siapa Saja?

Lima Golongan Jadi Prioritas Utama Vaksin Covid-19 oleh Pemerintah, Siapa Saja?

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Vaksin Sinovac aliran pertama sebanyak 1, 2 juta dosis sudah tiba di Indonesia pekan lalu. Sinovac merupakan salah satu dari enam vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk proses vaksinasi di Indonesia.

Sebelumnya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H. K. 01. 07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi disebutkan bahwa Indonesia menetapkan enam jenis vaksin untuk proses vaksinasi di Negara.

Akan tetapi diketahui, tak semua vaksin diberikan secara gratis. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tepat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, terdapat 107 juta warga kelompok prioritas yang menjadi tumpuan pemerintah untuk penyuntikan vaksin.

Nah, sejak jumlah itu diperkirakan sekitar 32 juta orang gratis dan 75 juta orang harus membayar buat mendapatkan vaksin. Selain itu pula, setidaknya ada 5 kelompok asosiasi yang menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19.

Pertama, petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan aparat dasar sebanyak 3. 497. 737 orang.

Ke-2, tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5. 624. 0106 orang.

Ketiga, guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi 4. 361. 197 orang.

Keempat, aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan legislatif) sebanyak 2. 305. 689 karakter.

Serta kelima, peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) sejumlah 86. 622. 867 orang. Masyarakat dan karakter perekonomian lainnya hingga 57. 548. 500 orang.

Itulah prioritas golongan dengan nantinya akan menjadi prioritas penyambut vaksin Covid-19 oleh pemerintah. (*)