Lilium: Taksi Udara Bukan Lagi Impian

Lilium: Taksi Udara Bukan Lagi Impian

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Lilium sebuah perusahaan start up sebentar lagi akan merealisasikan semua imajinasi manusia tentang masa depan melalui produk mereka yakni taksi udara.

Mereka bahkan telah mendapatkan investasi sebesar 35 juta dolar America dari Billie Gifford, seorang bilioner yang juga berinfestasi di perusahaan Tesla.

Tahun lalu Lilium telah meluncurkan taksi jet pertama mereka dengan kapasitas 5 orang penumpang. Jet ini didukung oleh tenaga dari 36 mesin jet listrik yang ditempatkan dikedua sisi sayap. Lilium merupakan perusahaan start up pesaing Uber yang juga sedang mengembangkan teknologi yang sama.

Lilium mencapai puncak kejayaan pada bulan Oktober tahun lalu ketika menyelesaikan fase pertama pengujian untuk prototipe Lilium Jet.

“Sebanyak 400 orang insinyur kami telah bekerja keras siang dan malam untuk menciptakan armada futuristik ini. Mereka memikirkan setiap detail rancangan demi kenyamanan konsumen, ” ujar Remo Gerber, kepala bidang penjualan Lilium seperti dilansir dari CNBC.

Lilium juga menjelaskan bahwa peerusahaan mereka akan menarik ongkos sebesar $ 70 (70 dolar Amerika) setiap 6 menitnya (rute Bandara Manhattan ke Bandara JFK). Penerbangan ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2025.

Gerber mengatakan Lilium telah mendiskusikan dengan para petinggi tentang infrastruktur yang diperlukan untuk meluncurkan taksi udara tersebut secara komersial. Lilium berharap bandar udara pertama mereka mampu diselesaikan dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Pandemik corona yang menyerang seluruh dunia juga telah membuat kinerja perusahaan termasuk pembuatan taksi udara melambat. Namun semua insinyur di Lilium  tetap bekerja meskipun dari rumah. Mereka yang harus bekerja di lapangan, diperlakukan dengan standar protokol bekerja saat Covid-19.   (*)