Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Indonesia Miskin Negarawan

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Indonesia Miskin Negarawan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat atau PP  Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan, yang perlu dilakukan oleh Indonesia saat tersebut adalah melahirkan para negarawan yang mampu mewujudkan kadar dan cita-cita para pembuat bangsa dalam kehidupan bergandengan.

“Dalam konteks kebangsaan tentu agenda terpenting adalah mewujudkan nilai-nilai dan cita-cita kemerdekaan yang itu sangat bersandar, sangat fundamental, ” katanya saat mengisi pengajian bulanan PP Muhammadiyah, sebagaiman dikutip TIMES Indonesia, Sabtu (14/8/2021).

Semangat hijrah secara transformatif itu menurut Haedar menetapkan diagendakan sebab dirinya tahu Indonesia hari-hari ini menjalani krisis kenegarawanan baik dengan personal maupun secara institusi/lembaga.

“Kita juga harus menjelma kekuatan yang ada dalam depan dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, kerajaan, adil dan makmur sama dengan cita-cita kemerdekaan tokoh dan pendiri bangsa yang tersebut memerlukan jiwa kenegarawanan. Yang sekarang justru makin bapet baik secara personal maupun dalam institusi, ” ujarnya.

Di sisi lain, Haedar juga melakukan otokritik pokok umat muslim yang seharusnya hadir menjadi penengah melahirkan negarawan justru ikut terperosok dalam dua mental dengan berbahaya yakni sikap apologetik dan mental terkepung.

“Jadi ketika gagal, ketika salah, ketika ada musibah, ketika ada masalah selalu yang disalahkan adalah pihak asing. Jarang introspeksi bahwa kalau-kalau kita memang kalau toh korban dari konspirasi, target dari kesewenang-wenangan, kita tunggal juga masih menjadi maf’ul bih (objek) dalam situasi seperti itu, ” jelasnya lagi.

Muhammadiyah menurutnya, perlu terus mengusung jiwa kenegarawanan dan jiwa keIslaman dalam satu nafas. Apalagi Muhammadiyah sendiri menurutnya juga telah memiliki konsep Indonesia Negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah.

“Maka kita harus hijrah dalam membangun kesibukan dengan semangat wa kadzalika ja’alnahum ummatan wasathan li takuunu syuhada’a ‘alan-nas (Al-Baqarah ayat 143). Itulah modal kita untuk hijrah & untuk Indonesia, ” terang Haedar.

Tentu lanjut dia, transformasi itu diwujudkan pada menghadirkan moderasi Islam yang berkemajuan. Di satu pihak tegakkan perdamaian, persatuan, toleransi, tetapi juga nilai syuhada ‘ala nas-nya dalam ukuran memajukan kehidupan.

“Kita bangun masyarakat Indonesia menjadi umum yang berdasar pada ilmu, yang menghargai ilmu, membaca, menghargai al-qalam (literasi), dengan segala rangkaiannya kemudian serupa kita harus menjadi pemrakarsa untuk memecahkan masalah bukan justru menjadi bagian sejak masalah, ” ujar Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (*)