Keren, Guru SMPN 1 Jetis Ponorogo Bikin Bilik Pendeteksi Suhu Awak Otomatis

Keren, Guru SMPN 1 Jetis Ponorogo Bikin Bilik Pendeteksi Suhu Awak Otomatis

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Jika di awal-awal pandemi Covid-19, banyak yang membuat bilik desinfektan untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut. Namun seiring waktu,   satu  guru di SMPN 1 Jetis  Kabupaten Ponorogo Jawa Timur mewujudkan bilik pendeteksi suhu tubuh.

Pembuatan tembok pendeteksi suhu tubuh ini untuk menyambut jika uji coba penelaahan tatap muka di sekolah tersebut diterapkan. “Pembuatan bilik pendeteksi guru tubuh ini, menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta, ” kata  Dwi Sujatmiko kepada TIMES Indonesia Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya bilik deteksi guru tubuh yang dibuatnya itu mempunyai sistem kerja sederhana, siswa atau guru tinggal memasuki bilik itu.

“Sensor inframerah kemudian akan bekerja mengukur suhu orang yang berada dalam bilik, juga ada sensor ultrasonik untuk membuka palang pintu secara otomatis, ” jelas Dwi Sujatmiko.

Untuk merangkai alat bilik pendeteksi suhu tubuh tersebut membutuhkan waktu 3 hari. “Yang agak lama menghasilkan sistem pemprogramannya, ” sebut Dwi Sujatmiko.

Saat masuk bilik, dahi ataupun tangan didekatkan ke sensor, kalau suhu tubuh normal maka dua atau tiga detik kemudian palang pintu sebelah kanan akan mengambil. Petugas pun juga bisa memantau suhu tubuh orang yang menyelundup bilik lewat aplikasi di telpon pintarnya.

“Jika suhu tubuh di akan 37 derajat, maka palang kesempatan di sebelah kiri bilik dengan akan terbuka, kalau palang kesempatan sebelah kiri yang terbuka berarti orang yang masuk tersebut, diarahkan untuk ke ruang unit kesehatan tubuh sekolah(UKS), ” terang Dwi Sujatmika.

Dwi Sujatmiko menyebut pihaknya akan menggelar bilik tersebut supaya tersambung dengan data nama siswa. Menurutnya, dunia sekolah harus zero dari Covid-19. Maka dari itu protokol pencegahan Covid-19 perlu diterapkan maksimal untuk semuanya, baik itu guru terlebih untuk siswanya.

Menurutnya, keunggulan bilik pendeteksi suhu tubuh ini  dari thermo gun adalah, dengan bilik pengecekan suhu tubuh ini lebih efektif. “Karena mengurangi kontak fisik  satu dengan lainnya, ” tukas Dwi Sujatmiko, guru di SMPN 1 Jetis  Kabupaten Ponorogo ini. (*)