Kepala MPR RI: Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Spontan 2020

Kepala MPR RI: Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Spontan 2020

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet mendorong penyelenggara pemilu, khususnya KPU memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan selama tahapan Pilkada Serentak 2020, pertama saat tahapan kampanye.

“Sanksi tegas bagian yang melakukan pelanggaran selama jalan seluruh tahapan pilkada, khususnya masa ini tahapan kampanye pilkada, ” ujar Bamsoet, dalam pernyataannya, dalam Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Bamsoet merespons rencana KPU yang hingga Kamis (15/10/2020), terdapat 3. 398 kegiatan aksi di 172 kabupaten/kota dan sembilan provinsi, dengan rincian 3. 259 atau 96 persen kampanye dikerjakan secara tatap muka dan cuma 212 atau empat persen aksi secara daring.

Politikus senior Partai Golkar itu mendorong KPU bersama Bawaslu tetap mengawasi berjalan-nya kampanye secara keseluruhan yang masih akan berlangsung hingga 5 Desember 2020, khususnya yang dilakukan dengan tatap depan.

Maksudnya, agar tetap mematuhi protokol kesehatan tubuh, sehingga tidak menimbulkan klaster anyar penyebaran Covid-19.

Bamsoet meminta KPU mengabulkan sosialisasi secara masif kepada semesta pihak yang terlibat dalam pilkada, terutama partai politik pendukung biar menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan pilkada.

“Sehingga, mencegah timbulnya kelompok dari mobilisasi massa yang rentan memperluas penyebaran Covid-19, ” ujarnya.

Selain itu, Ia meminta para pasangan calon kepala daerah, bersama tim sukses, simpatisan, dan parpol pendukungnya untuk mengedukasi penerapan protokol kesehatan tubuh di tempat pemungutan suara (TPS).

Harapannya, lanjut Bamsoet selaku  Ketua MPR RI, publik atau masyarakat memperoleh informasi terkait tata cara pelaksanaan pilkada serentak 2020 dalam suasana Pandemi Covid-19. (*)