Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bandung Turun

Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bandung Turun

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Hingga 17 Juli 2020, kasus Hangat Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung mencapai 935 kasus. Nilai ini lebih rendah dari kamar yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 2. 686 kasus.

Besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami menyebutkan, kesadaran masyarakat terhadap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjelma salah satu faktor dalam menurunnya peristiwa DBD.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi ini banyak masyarakat yang sadar hendak pentingnya kebersihan. Contoh kecilnya selalu, mencuci langsung pakaian yang sudah digunakan. Padahal sebelum adanya wabah Covid, masyarakat lebih sering terbengkalai pakaiannya, dan itu menjadi lupa satu tempat favorit nyamuk, ” jelas Grace saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/7/2020).

Seperti tarikh sebelumnya, kata Kadinkes, ada tiga daerah yang masuk pada kawasan merah kasus DBD di Kabupaten Bandung, antara lain Kecamatan Majalaya, Paseh dan Kecamatan Ibun.

“Tidak hanya zona merah, kami juga fokus pada daerah yang memiliki angka kasus yang cukup tinggi, laksana Kecamatan Pameungpeuk, Baleendah, Bojongsoang, Ciparay, Arjasari, Banjaran dan Cimaung, ” sebutnya.

Guna menekan angka kesakitan, pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) akan terus berupaya mensosialisasikan pencegahan DBD, seperti dengan Kegiatan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

“Dalam G1R1J, yang menjadi jumantik adalah anggota keluarga sendiri. Program ini cukup efektif dalam menekan urusan DBD. Alhamdulillah, sebanyak 35 tempat di Kabupaten Bandung telah dinobatkan sebagai desa G1R1J, ” membuka Grace.

Tak hanya sosialisasi dan pembentukan G1R1J, dari Januari hingga Juli dirinya juga telah melakukan fogging di 112 RW.

“Sebenarnya, fogging invalid efektif untuk membunuh jentik. Fogging hanya untuk memberantas nyamuk dewasa, itupun harus ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Setelah tersedia KDRS baru kita melaksanakan PE (Penyelidikan Epidemiologi), untuk memastikan apakah benar di daerah tersebut endemis DBD, ” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Grace mengimbau masyarakat untuk mengabulkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) beserta jentik dengan melakukan 3M berlebih, selama satu minggu sekali.

“Masyarakat mampu menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. Sementara plus-nya, masyarakat mampu menaburkan bubuk larvasida pada wadah penampungan air yang sulit dibersihkan, ” jelas Grace tentang menurunnya kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bandung. (*)