Keadaan Ke-1 PSBB Malang Raya, Petugas Cek Pengendara Berpelat Luar Udi Raya

Keadaan Ke-1 PSBB Malang Raya, Petugas Cek Pengendara Berpelat Luar Udi Raya

TIMESINDONESIA, MALANG – Penerapan PSBB Malang Raya berlaku mulai hari ini (17/5/2020) maka 14 hari ke depan. Petugas TNI-Polri dan tim gabungan berjaga di setiap pos perbatasan kota/ kabupaten Malang.  

Polisi bersama TNI, Dinkes, Satpol PP, Damkar, Relawan, PMI, dan petugas lainnya stand by di setiap Pos Check Point. Di Kota Malang tunggal, ada tujuh Pos Check Point tersebar di wilayah Malang Kota.

Kapospam Check Point Adi Sucipto (perbatasan Kota Malang sisi utara) Iptu M Syaikhu menjelaskan sejak diberlakukannya PSBB 17 Mei 2020 memukul 00. 00 WIB pagi buta, telah ada 30 kendaraan yang diminta putar balik.

Puluhan kendaraan yang diminta putar balik itu yang berpelat luar Malang Raya dan tak memenuhi syarat masuk daerah Geruh. Konsekuensinya, diceramahi petugas dan ujung-ujungnya diminta putar balik.

“Seluruh kendaraan pelat luar daerah kita cek. Jika memang tujuannya mau kerja, harus bisa menunjukkan surat keterangan lantaran perusahaannya, ” kata Syaikhu.

Dijelaskannya, puluhan kendaraan roda empat seperti sejak Surabaya, Lamongan, Bojonegoro dan lainnya diperbolehkan masuk karena mereka berdomisili di Malang, hanya kendaraannya yang berpelat luar Malang.

“Sekitar 30 lebih kendaraan berputar karena tujuannya cuma mau jalan-jalan, ” tegasnya.

Kasubnit satu Turjawali Satlantas Polresta Malang Tanah air itu melaporkan, hingga Minggu terang kondisi Pos Check Point Biasa Sucipto terpantau landai. Tidak ada kemacetan yang siginifikan.

Semua kendaraan dengan dicek disemprot cairan disinfektan. Pengendaranya diminta menunjukkan surat-surat dan jati. Ketika dicek suhu tubuhnya di atas 37, 5 derajat Celcius, maka harus mengikuti rapid test yang telah disediakan. Ada 20 alat rapid test di pada setiap Pos Check Point.

Beberapa peraturan moda transportasi PSBB Malang Raya yakni cuma kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, tetap bermasker, roda dua dilarang berboncengan kecualii satu keluarga. (*)