Kaya! Risma Kampanyekan Protokol Kesehatan Melalui Ludruk

Kaya! Risma Kampanyekan Protokol Kesehatan Melalui Ludruk

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pertunjukkan Parade Seni dan Kebiasaan Ludruk Surabaya berlangsung secara maya di Gedung Balai Budaya malam ini, tampak berbeda dari sebelumnya. Sebab,   pertunjukkan yang mengangkat tema Biasakan Protokol Kesehatan itu diperankan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma).

Wali Kota Risma hadir sebagai bintang tamu utama. Ia membawakan peran jadi sosok Ibu RW dalam rencana ludruk berjudul “Ger-Ger An Yes, Gegeran No”. Sementara itu, Cak Kartolo, Kirun, Ning Tini (istri Cak Kartolo) beserta seniman asing tampil sebagai warga dalam rencana ludruk itu.

Meski tanpa persiapan yang matang, wali kota perempuan perdana di Surabaya itu tampak sejenis lihai membawakan perannya sebagai sosok Ibu RW. Bahkan, banyolan-banyolan khas ala Suroboyoan tak lupa disematkannya saat tampil di awal bagian pertunjukkan bersama Cak Kartolo.

“Aku lali mau rek dikongkon ngomong opo yo. Lali aku rek. (Saya lupa tadi disuruh ngomong barang apa ya. Lupa saya), ” sebutan Wali Kota Risma saat dalam atas panggung sembari mengingat-ingat balik naskah ceritanya dengan tertawa.

Suasana pula tampak semakin heboh ketika sosok pelawak Kirun turut naik ke atas panggung. Cak Kartolo & Kirun tak canggung saat tampil dalam satu panggung bersama Pemangku Kota Risma. Bahkan, kedua seniman ini pun sukses membuat kaum kali Wali Kota Risma tertawa dengan guyonannya yang khas tersebut.

Di sela-sela pertunjukkan itu, Wali Praja Risma juga nampak beberapa kala menyelipkan pesan-pesan khusus kepada asosiasi. Salah satunya adalah mengingatkan kelompok agar disiplin menerapkan protokol kesehatan tubuh.

“Kudu gawe masker, kudu jaga tenggang, kudu rajin cuci tangan yo (Harus Pakai Masker, Harus Jaga Jarak, Harus Rajin Cuci tangan ya), ” pesan Wali Tanah air Risma.

Saat ditemui usai pertunjukkan, Pemimpin UCLG Aspac ini mengaku tahu lupa dengan naskah cerita ludruk. Bahkan, Wali Kota Risma kurang kesulitan ketika harus menghafalkan tulisan ludruk yang terbilang panjang itu.

“Lha wong duwowone naskahe dikongkon ngapalno, lali aku. (Lha naskahnya panjang disuruh hafalkan, lupa saya). Kadang-kadang ngomong ae tadi lali hamba. (Kadang ngomong saja tadi lalai saya), ” ujar dia sembari tertawa di saat mengingat-ingat balik ketika berada di atas panggung.

Walaupun begitu, penampilan Wali Kota Risma ketika berada di atas stan bisa dibilang sukses. Walaupun tanpa persiapan yang matang, Wali Kota Risma dapat mengikuti jalannya parit cerita beserta mengimbangi guyonan-guyonan istimewa ala Cak Kartolo.

Sementara itu, Besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengucapkan, bahwa Wali Kota Risma hadir dalam pertunjukkan ludruk kali ini memang tanpa persiapan khusus. Sebelum tampil, pihaknya hanya memberikan konsep naskah alur cerita.

“Ibu Wali Tanah air tampil memang tidak ada persiapan khusus, kita hanya menyampaikan (naskah cerita). Tetapi saya matur ke beliaunya, ibu nanti monggoh (silahkan) visualisasi saja. Dan ibu wali ternyata memang juga aktris, jadi langsung bisa matching, ” sebutan Antiek saat ditemui usai rancangan.

Sari dalam cerita ludruk kali tersebut memang ada pesan mendalam yang disampaikan ke masyarakat. Wali Kota Risma ketika tampil sebagai sosok Ibu RW, ingin mengajak warganya agar turut serta disiplin menyelenggarakan protokol kesehatan. Selain itu pula, dia juga mengajak warga biar peduli terhadap sesama dan silih menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Intinya untuk membangun Surabaya itu kita harus tetap menggunakan protokol kesehatan, peduli terhadap lingkungan dan bangsa untuk tidak berselisih paham atau bertengkar. Bagaimana membangun Surabaya secara guyub, rukun, supaya bisa menjadi Surabaya lebih baik, ” nyata Antiek.

Antiek menambahkan, bahwa pagelaran Parade Seni dan Budaya Surabaya dengan digelar secara virtual hingga 10 Desember 2020 nanti, bakal menyuguhkan pertunjukkan yang semakin menarik. Tentunya ini bertujuan untuk memberikan kawasan bagi seniman dan budayawan pada Kota Pahlawan agar tetap sanggup berkarya meski di tengah pandemi Covid-19.

“Setelah ini masih ada lagi yang lebih-lebih menarik, ada jazz tepi pantai, ada segala macam dan rugi kalau tidak disaksikan. Dan nanti masih ada teristimewa beberapa event yang akan awak undang Ibu Risma sebagai bintang tamu, ” pungkasnya. (*)

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. TIMES Indonesia mengajak semesta pembaca ikut mengkampanyekan gerakan 3M Lawan Covid, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas apapun sehari-hari. Ingat pesan Ibu, pakai masker, selalu cuci tangan dan selalu jaga jarak serta hindari kerumunan. (*)