Kalau Takmir Masjid di Kota Madiun Ingin Gelar Shalat Idul Fitri, Ini Ketentuannya

Kalau Takmir Masjid di Kota Madiun Ingin Gelar Shalat Idul Fitri, Ini Ketentuannya

TIMESINDONESIA, MADIUN – Ini imbauan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 H dalam tengah pandemi Covid-19. Berdasar hasil rakor antara perwakilan Pemkot Madiun, Kemenag dan MUI setempat di Kamis (14/5/2020) memutuskan lima situasi.

“Pertama, kami mengimbau kepada takmir langgar atau lapangan di wilayah Tanah air Madiun agar meniadakan penyelenggaraan shalat Idul Fitri dan tetap berada di rumah saja. Ini jadi upaya memutus mata rantai penyaluran virus Covid-19, ” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun, Ahmad Munir dalam surat edaran bernomor: B-504/Kk. 13. 28/6/BA. 01/05/2020 tertanggal 14 Mei 2020 yang diperuntukkan kepada wali kota Madiun.

Yang ke-2, apabila takmir masjid menghendaki penyelenggaraan shalat Idul Fitri di langgar atau lapangan dibolehkan dengan sarana. Yaitu, wajib menaati dan mengarahkan protokol kesehatan terkait wabah Covid-19.

Jamaah wajib mengenakan masker. Cuci tangan menggunakan sabun dengan yang cairan mengalir. Jamaah juga harus membawa sajadah sendiri, dan jaga langkah antar-shaf. Termasuk tidak bersalaman cantik di awal atau di simpulan shalat Idul Fitri.

Selain itu, di tengah wabah Covid-19 ini, takmir masjid yang menyelenggarakan shalat Idul Fitri juga wajib memastikan kalau jamaahnya berasal dari lingkungannya tunggal.

“Juga tidak mengundang khatib dari asing Kota Madiun. Kalau untuk penentuan 1 Syawal menunggu sidang penetapan yang diselenggaran pemerintah, ” ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun, Ahmad Munir, dalam suratnya mengenai pelaksanaan shalat  Idul Fitri pada tengah pandemi Covid-19. (*)