Jumat Berkah: Lafadz Jalalah “Allah”

Jumat Berkah: Lafadz Jalalah “Allah”

TIMESINDONESIA, MALANG – Pada edisi Jumat Berkah kali ini, akan membahas soal Lafadz “Allah” yang merupakan kunci keimanan sekaligus rahasia inti ajaran Islam. Tidaklah disebut beriman orang yang belum mengucapkan lafdz jalalah “Allah”. 

Orang yang mengucapkan (لا إله إلا الرحمن) dalam syahadah pertamanya ketika hendak masuk Islam, umpamanya, dia masih belum muslim. Begitu juga jika mengucapakan asma husna lainnya.

Tanpa mengucapkan (الله), seorang kafir tidak akan pernah keluar dari gelapnya ke-kafir-an.

Hal itu karena lafadz “Allah” menempati maqom semua asma-Nya, dan tidak satu pun asma-Nya menempati maqom lafdz “Allah”.

Hamba yang berharap rizqi, dia akan berseru “ya  Razzaq”; yang berharap kasih sayang, akan berseru “ya Rahim”. Begitu seterusnya.

Adapun hamba yg berseru “Ya Allah”, maka ini sudah mencakup makna “Razzaq”, “Rahim”, dan seterusnya.

Lafadz “Allah” mewakili, mengumpulkan, dan menempati maqom semua asma-Nya. Dan tidak satu pun asma bisa mewakili maqam lafadz “Allah” dalam derajat Ilahiyyah.

Adapun pada derajat Rububiyyah, hanya asma “Ar-Rahman” yang mewakili lafadz “Allah”

Yang dimaksud Uluhiyyah di sini adalah hubungn antara Al-Haq dengan Al-Haq.
Dan yang dimaksud dengan Ar-Rububiyyah adalah hubungan antara Al-Haq dengan para hamba.

Allah bertajalli dalam Dzat-nya sebagai uluhiyyah, sedangkan tajalli Allah untuk para makhluk sebagai Dzat pemberi nikmat, mendidik (mengawasi, memberi petunjuk, serta mengarahkan), dan memberi pertolongan. Semua itu merupakan Dzat Allah dalam hal Rububiyyah.

Lafadz “Allah” adalah Ismi Dzat-Nya yang Maha Mulia, yang tidak setara dengan asma-Nya yang lain kecuali “Ar-Rahman”. Itu pun setelah mendapatkan izin.

Sementara semua asma-Nya Yang Maha Mulia bisa mesuk dalam asma “Ar-Rahman” tanpa membutuhkan izin. Itu karena semua asma nampak dari, dan berakhir pada asma “Ar-Rahman”. Edisi selanjutnya Jumat Berkah hanya bisa dibaca di TIMES Indonesia yang tayang setiap hari Jumat.(*)

***

*Dinukil dari kitab Kunuz Asyrah, karya Imam Solahuddin At-Tijani Al-Hasani

*) Penulis adalah Zulfan Syahansyah Dosen Aswaja Pascasarjana UNIRA Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

__

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.