Jawatan Kebudayaan Sleman Fasilitasi Pertunjukan Kecil Budaya Secara Daring

Jawatan Kebudayaan Sleman Fasilitasi Pertunjukan Kecil Budaya Secara Daring

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH M Hum mengatakan, pementasan presentasi seni dan budaya secara maya atau daring (dalam jaringan) hingga saat ini tetap dijadikan opsi Dinas Kebudayaan Sleman.

Menurut Aji Wulantara, merujuk aturan dan edaran para-para pemangku kebijakan menyangkut pandemi Covid-19, hingga saat ini nyaris tidak ada pertunjukan seni dan budaya di wilayah Sleman, yang dilakukan dihadapan khalayak ramai.

Hal tersebut berdasar pada imbauan Bupati Sleman Sri Purnomo agar tetap menjaga jangka, menghindari keramaian dan kerumunan.

Anggaran dengan dikelola Disbud Sleman kemudian direvisi. Sehingga pihaknya dapat memfasilitasi kesibukan pertunjukan seni dan budaya minus melanggar aturan.

Yakni dengan cara kemudahan secara daring bagi para penggiat pertunjukan seni dan budaya. Daring dipilih karena sesuai Standar Operasional Prosedur  (SOP), hadapi Covid-19. Sekaligus alternatif keterbatasan anggaran.

“Pakai daring, perkiraan di revisi ke daring. Ditayangkan di medsos atau akun Youtube milik Dinas Kebudayaan Sleman. Kecendekiaan ini, sekaligus diniatkan untuk membangun para pekerja seni dan karakter budaya. Agar mereka tetap produktif dan semangat berkarya di tengah pandemi Covid-19 yang mewabah, ” terang Aji Wulantara, Sabtu (18/7/2020).

Karena itu, masyarakat atau penggiat lembut bisa mengajukan permohon ke Dinas Kebudayaan Sleman untuk melakukan pentas daring. Kemudian akan dibuat videonya oleh Disbud Sleman. Sementara tayangan seni budaya bisa dilakukan di sanggar milik para seniman atau penggiat budaya.

Menurut Aji Wulantara, pelaksanaan pementasan secara live tidak jauh berbeda dengan daring. Persoalan perbedaan hanya ada di karakter para penontonnya.

Malah lewat tehnologi daring atau maya ini. Masyarakat bisa menonton sewaktu waktu. Sehingga berpeluang lebih banyak penontonya (viewers).

Untuk kegiatan pagelaran kecil dan budaya ini, mulai tahun 2020 Disbud Sleman menggunakan Danais melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“Mulai tahun ini Dinas Kebudayaan Sleman tidak menggunakan APBD untuk fasilitasi pertunjukan seni budaya. Sedangkan anggaran APBD Disbud Sleman menyangkut urusan administrasi dan perkantoran. Itu sekadar banyak dipangkas untuk penanggulangan Covid-19. Ini kebijakan propinsi, berdasar rasionalisasi anggaran, ” terangnya. (*)