Jatim Bebas Zona Merah, Simulasi Madrasah Tatap Muka Akan Ditambah

Jatim Bebas Zona Merah, Simulasi Madrasah Tatap Muka Akan Ditambah

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kini Jawa Timur tidak lagi berada di Zona Merah Covid-19. Kabar baik tersebut juga berpengaruh terhadap  sekolah tatap muka.

Dinas Pendidikan Jatim, akan menambah jumlah sekolah yang melakukan simulasi tatap depan. Penambahan tersebut seiring dengan suasana Jatim yang semakin membaik serta tidak berada di zona merah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya telah melayani evalusasi terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Dari hasil evaluasi itu, menjadi bahan untuk Dinas Pendidikan melakukukan penambahan pembelajaran tatap membuang.

“Kami telah melakulan evaluasi. Dari buatan evaluasi tersebut kami menilai pembelajaran jarak jauh kurang efektif dan terjadi penurunan terhadap kualitas pelajaran, ” ujar Wahid, Kamis (15/9/2020).

Dia mengatakan, yang mengalami penurunan utamanya siswa belum efektif melakukan peresapan terhadap materi pembelajaran yang tersedia lantaran penyampaiannya dilakukan secara online. Penyampaian materi lebih efektif bila dilakukan dengan tatap muka.

Beberapa gegabah pelajaran seperti matematika, kimia, & fisika bahkan lebih sulit kalau dilakukan dengan daring. Begitu serupa dengan materi praktik bagi siswa SMK

“Maka ini butuh evaluasi. Tapi saya yakin penurunan ini terjadi di titik tertentu karena ciri ketidaksiapan. Maka nanti akan siap di titik tertentu pula kala siswa dan guru sudah siap, ” terangnya.

Hal tersebut lantaran guru-guru masih belum siap melakukan petunjuk sekolah secara daring. Selama ini guru-guru terbiasa dengan sekolah tatap muka.

“Oleh karena itu Jatim melayani uji coba tatap muka cocok zona daerah. Nah kan zona merah di Jatim sekarang sudah tidak ada maka gubernur sudah meminta kami untuk melakukan pertimbangan lagi guna meningkatkan lagi madrasah yang melaksanakan pembelajaran tatap pokok, ” jelas Wahid.

Pihaknya akan melakukan perhitungan penambahan jumlah sekolah yang diizinkan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di tengah pandemi.

Buat diketahui kini ada sebanyak 30 persen SMA SMK di pada setiap kabupaten/kota di jatim yang sudah melakukan simulasi sekolah tatap depan. Jumlah ini kemungkinan akan ditambah mengingat Jatim sudah bebas daripada zona merah Covid-19. (*)