Itu 10 Objek Wisata di Kabupaten Malang yang Diizinkan Buka Sedang saat Pandemi

Itu 10 Objek Wisata di Kabupaten Malang yang Diizinkan Buka Sedang saat Pandemi

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebanyak 10 objek wisata di Kabupaten Malang dipastikan dapat buka kembali pada saat Pandemi Covid-19 saat ini, lantaran sudah mengantongi sertifikasi dari Disparbud Kabupaten Malang.

Sertifikasi tersebut menyatakan bahwasanya 10 objek pariwisata tersebut telah memenuhi protokol kesehatan tubuh dan siap mentaati berbagai hukum selama New Normal supaya selamat dari kluster baru Virus Covid-19.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedhantara SH MSi mengutarakan, bahwa sampai kemarin tercatat sebesar 47 wisata sudah mengajukan prakata.  

“Dari 47 destinasi yang mengajukan itu, 10 diantaranya sudah ana keluarkan sertifikat izin operasionalnya, ” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (26/8/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa sejauh ini baru satu destinasi yang sudah buka yang pastinya telah menerima sertifikat dan menerapkan protokol kesehatan.

“Sementara baru Boonpring Andeman saja yang sudah buka karena lokasinya cukup jauh dari kawasan warga, kalau Pujon Kidul sedang belum karena mereka masih harus mengantongi persetujuan pada desa sekitarnya yang menjadi akses masuk ke tempat wisatanya, ” bebernya gamblang.

Tempat merinci, Sepuluh destinasi wisata tersebut antara lain yakni Flora wisata San Terra Pujon, Coban Rondo, Rajin Kelinci, Taman Kemesraan, Ekowisata Boonpring Andeman, Kebun Teh Wonosari, Rajin Wisata Sengkaling, Wisata Gunung Kawi, Pantai Tiga Warna dan Hotel Solaris.

“Sedangkan untuk 37 objek wisata lainnya, izin maupun sertifikasinya masih berproses. Karena kami masih melayani verifikasi dan mengecek penerapannya, ” jelasnya.

Dia berharap 10 objek wisata di Kabupaten Malang yang telah diizinkan buka kembali dapat menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19 sebaik mungkin.

“Apabila melanggar protokol kesehatan tubuh Covid-19, maka objek wisata di Kabupaten Malang bisa ditutup kembali dan sertifikasinya dicabut, ” tegasnya. (*)