Hardiknas 2021, 9 Ribu Warga Banyuwangi Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Hardiknas 2021, 9 Ribu Warga Banyuwangi Ikuti Pendidikan Kesetaraan

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi meluncurkan program AKSARA (Akselerasi Madrasah Masyarakat) untuk memfasilitasi awak berusia dewasa mengikuti pendidikan kesetaraan, terutama kesetaraan SMP (paket B) dan SMA (paket C). Sebanyak 9. 000 warga terdaftar memasukkan program ini, mayoritas mengikuti pendidikan kesetaraan SMA.

Tumenggung Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan program tersebut sekaligus untuk menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021, atau (Hardiknas 2021). Acara dihadiri Direktur Pendidikan Masyarakat & Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek, Dr Samto.

”Aksara ana luncurkan untuk memfasilitasi warga dewasa, usianya ada dengan 35 tahun, 40 tahun, bahkan sampai 58 tahun, yang dulunya karena satu dan lain hal belum sempat bersekolah setara SMP dan SMA. Kalau sudah usia dewasa itu tetap tidak mungkin kembali ke sekolah, makanya kita fasilitasi dengan program Aksara, ” ujar Ipuk.

Ipuk-Fiestiandani-Azwar-Anas-2.jpg

Ipuk mengatakan, meski sudah berumur dewasa, pendidikan kesetaraan tentu diperlukan. ”Belajar kan sepanjang hayat. Ilmu yang didapatkan juga pastinya berguna. Misalnya, kalau kejar Paket C setara SMA, ada menelaah ekonomi, bisa digunakan awak, karena saya cek, tidak jarang pedagang pasar dan warung yang ikut program tersebut, ” ujar Ipuk.

”Selain itu, tentu saja ilmunya berguna, bisa untuk mengiringi pembelajaran anak-anak dari masyarakat dewasa yang ikut rencana kesetaraan ini, ” imbuh bupati perempuan tersebut.

Bentuk dalam program Aksara ini juga fleksibel, sehingga merendahkan warga dalam mengikuti pendidikan. ”Warga berusia dewasa bisa tetap belajar tanpa kudu meninggalkan pekerjaan, ” ujarnya.

Ipuk menambahkan, program Huruf menggandeng Pusat Kegiatan Membiasakan Masyarakat (PKBM). Untuk akselerasi pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi akan membentuk “Suarga” (Saudara Membesarkan Keluarga), sebuah gerakan gotong royong yang melibatkan korps pendidikan, tokoh masyarakat, & berbagai kalangan.

“Dengan Suarga ini, ada gerakan mengangkat royong. Satu Suarga bisa mengampu tiga orang, memastikan warga yang dibina memperoleh nomor induk siswa nasional (NISN) hingga menuntaskan pelajaran kesetaraannya di PKBM dengan ditunjuk, ” kata Menyemaikan.

“Kalau dikerjakan barengan, kami yakin program ini bisa dituntaskan dengan baik, ” imbuh Ipuk.

Plt Besar Dinas Pendidikan Suratno membaca, pihaknya telah membuka pendaftaran dan pendataan warga dengan belum menuntaskan pendidikan dasar. Pendaftaran dilakukan di pemimpin wilayah di tiap kecamatan.

“Saat ini, ada sekitar 9 ribu warga dengan terdaftar, sebagian besar belum mengenyam SMA, jadi itu akan ikut Paket C, ” kata Suratno.

Para peserta nantinya akan memasukkan pembelajaran secara mandiri, tatap muka, serta mengikuti ujian modul dan ujian pendidikan kesetaraan.

“Setiap peserta belakang akan mengikuti pendidikan kesetaraan dalam kelompok-kelompok belajar yang dikoordinasi oleh PKBM, ” ujarnya.

Untuk memastikan proses pembelajaran dengan baik, setiap Suarga harus memastikan kelanjutan peserta yang diasuhnya ke PKBM secara rutin, yang dibuktikan dengan kartu lawatan.

“Kami menyadari bahwa tidak mudah melakukan proses penelaahan di usia dewasa. Maka perlu dimotivasi. Tugas memotivasi dan memfasilitasi inilah dengan menjadi tanggung jawab Suarga dan kita semua, ” pungkasnya. (*)