Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkendara Selama PSBB di Kabupaten Cirebon

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkendara Selama PSBB di Kabupaten Cirebon

TIMESINDONESIA, CIREBON – Tak hanya aktifitas bekerja dan beribadah, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga sah bagi pengguna kendaraan di jalan raya.

Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Cetakan 24 Tahun 2020 tentang penerapan tata tertib berkendara selama Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan selama PSBB di Kabupaten Cirebon.

PSBB sendiri akan berlangsung selama 14 hari dari Rabu (6/5/2020) mematok Selasa (19/5/2020). PSBB berlaku pada seluruh wilayah di Jawa Barat.

Tumenggung Cirebon Imron Rosyadi secara rinci menguraikan aturan berkendara saat PSBB. Ia mengatakan untuk pengguna kendaraan mobil penumpang pribadiwajibkan buat mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

“Diantaranya, kendaraan digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas asing yang diperbolehkan selama PSBB, melangsungkan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan dan menggunakan masker di dalam kendaraan, ” ujar Imron, Selasa (5/5/2020).

Selain tiu, warga tidak diperbolehkan berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau rendah dan membatasi jumlah orang suntuk dari kapasitas kendaraan.

“Mobil penumpang sedu atau sejenisnya dengan kapasitas bersandar empat orang, maka maksimal dapat mengangkut tiga orang, Mobil penumpang bukan sedan atau sejenisnya dengan kapasitas duduk lebih dari empat orang, maka maksimal dapat mengangkut empat orang, ” jelas Imron.

Adapun untuk pengguna sepeda motor pribadiwajibkan untuk berkendara hanya kepala orang tanpa penumpang, digunakan cuma untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan semasa PSBB dan melakukan disinfeksi kendaraan serta atribut setelah selesai digunakan.

“Kemudian menggunakan masker, sarung tangan, jaket/pakaian berlengan panjang dan tentunya tak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau kecil, ” ujar Imron.

Untuk angkutan jentera dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Tatkala untuk angkutan orang dengan instrumen bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan/atau moda transportasi barang diwajibkan buat mengikuti ketentuan sebagai berikut. Perdana, membatasi jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas angkutan.

Kedua, menetapkan jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kota dan/atau instansi terkait.

Ketiga, melakukan disinfeksi secara berkala moda pemindahan yang digunakan. Keempat, melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh aparat dan penumpang yang memasuki moda transportasi.

“Selanjutnya jangan lupa juga menggunakan masker di dalam kendaraan, melindungi jarak antar penumpang (physical distancing) paling sedikit dalam rentang kepala meter dan memastikan petugas dan penumpang moda transportasi tidak medium mengalami suhu tubuh diatas biasa atau sakit, ” jelasnya.

Imron mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan tersebut demi membendung pandemi covid-19. (*)