Gakopen Kabupaten Mojokerto Tanggapi Kontroversi TPA Karangdiyeng

Gakopen Kabupaten Mojokerto Tanggapi Kontroversi TPA Karangdiyeng

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Karangdiyeng Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto belum menemui titik sah. Terbaru Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama dengan Pengantara Bupati Mojokerto, Muhammad Al-Barra menggelar buka bersama & audiensi bersama warga.

M (31) salah satu warga Desa Karangdiyeng  menginginkan kejelasan mengenai perizinan pembangunan TPA Karangdiyeng.

“Membuat tim, buat menyelidiki oknum-oknum yg menyelenggarakan izin tersebut. Tidak ada bertandatangan dari kami, kami merasa keberatan dengan adanya TPA disini, ” jelasnya Kamis (22/04/2021).

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Gerakan Publik Peduli Lingkungan (Gakopen) Kabupaten Mojokerto, Ahmad Yani mengucapkan agar pemerintah daerah harusnya lebih memperhatikan dan peduli kepada warga, apalagi di dalam hal musyawarah.

“Nggak pernah diskusi dengan warga sekitar dan pemdes di anggap tidak pernah ada, TPA, galian C, di Kecamatan Gondang dan Galian C di Jatirejo, contohnya di desa lebak jabung sepanjang sungai dan dam pembagi Irigasi pun di mengambil tambang, ” jelasnya pada TIMES Indonesia.

Apalagi gedung sudah berdiri, siap dijalankan namun mendapatkan penolakan awak. Hal tersebut bisa menjelma pelajaran bagi pemerintah daerah agar jangan asal rekom.

“Mohon lah di kaji secara mendalam lingkungan tumbuh itu vital jangan asal rekom saja, ” terangnya.

Yani menambahkan karena komunikasi kebijakan yang kurang molek alhasil melibatkan pula berbagai kalangan pemerintah. Tahap musyawarah tidak melibatkan warga ini yang sebenarnya menjadi pokok kayu masalahnya.

“Kalau sudah problematis bilang Pemprov yang punya kewenangan, sekarang malah pusat yang di jadikan objek. Alasan semua itu sebab bawah, ” jelas Membandingkan yang merupakan aktivis dunia yang pernah berjalan menyongsong Presiden tahun 2020 kelam.

Menurutnya masyarakat perlu dihargai, perlu diajak rembukan, biar keputusan yang diambil tak serta merta.

“Masyarakat selalu butuh kalian hargai jangan semacam itu, ” pungkasnya. (*)