Embung Pandean, Indahnya Wisata Alam Tersembunyi di Ngawi

Embung Pandean, Indahnya Wisata Alam Tersembunyi di Ngawi

TIMESINDONESIA, NGAWI – Embung Pandean  yang terletak di pelosok Kabupaten Ngawi  mempunyai pesona wisata alam yang jarang diketahui banyak orang.

Siapa sangka Embung Pandean yang terletak di ujung kulon Kabupaten Ngawi ini menyimpan keindahan yang begitu mempesona dan layak menjadi agrowisata yang wajib di kunjungi ketika bepergian ke kota tari orek-orek ini.

Tempatnya jauh dari pusat kota, dan akses menuju lokasi ini penuh dengan perjuangan. Sebab  dengan jalannya yang sudah rusak ini, pengunjung harus menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota Ngawi yang ramah.

Wisata alam ini terletak berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, langsung dengan Kabupaten Sragen. Tepatnya, terletak di Dusun/Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi.

Namun, jangan khawatir dan dijamin tidak kecewa deh, ketika berkunjung ke Embung Pandean. Sebab perjuangan akan terbayar tuntas dengan keindahan alam yang asri dari wisata ini.

Mata akan terasa melek dan tak mau berkedip lagi, saat melihat hijaunya pemandangan alam dan jernihnya air dari Embung Pandean. Ditambah nuansa khas pedesaan yang membuat hati semakin tenang dan adem ayem.

Pengunjung bisa berswafoto sesuka hati dengan berbagai pemandangan yang instagrammable, tanpa harus merogoh kocek sepeserpun. Karena wanawisata ini gratis, cukup membayar uang parkir saja.

Heru Susanto, Sekretaris Desa Pandean mengatakan, Embung Pandean, awalnya merupakan waduk yang biasa digunakan masyarakat untuk pengairan sawah masyarakat ketika musim kemarau tiba.

Namun, melihat waduk sebagai aset desa dan potensi desa yang bisa dikembangkan. Pihak desa dengan gotong royong masyarakat mengubahnya menjadi sebuah wisata yang sangat menarik.

“Atas dasar kepedulian bersama dan didorong kreatifitas pemuda dan masyarakat. Kini, Embung Pandean bisa menjadi seperti ini. Mereka dengan gotong royong membuat hiasan swafoto dan gazebo sendiri, ” katanya, kepada TIMES Indonesia. Sabtu (17/7/2021).

Kini, Embung Pandean sudah dikelola secara prefesional oleh pihak desa melalui Bumdes dan Pokdarwisnya. Mulai dari ruang aula pertemuan, tempat beribadah sudah tersedia. “Menuju desa mandiri kita sepakat Embung Pandean dikelola secara prefesional oleh Bumdes dan Pokdawis, ” jelasnya.

Salah satu daya tarik selain menawarkan wisata nuansa alam. Wisata ini juga menawarkan kuliner khas pedesaan yang bisa dinikmati dilokasi secara langsung.

“Tujuan dibukanya Embung Pandean sebagai wisata salah satunya untuk mensejahterakan masyarakat lokal. Makanya banyak di jumpai warung-warung yang menjual makanan khas Desa Pandean. Mulai nasi jagung, nasi tiwul dan berbagai jajanan khas lainnya, ” ungkapnya.

Pihaknya berharap, ke depan Embung Pandean bisa menjadi salah satu wisata terpopuler dengan keindahan alamnya dari Kabupaten Ngawi. “Semoga Embung Pandean bisa dinikmati keindahannya oleh orang banyak dan bisa menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Ngawi, ” pungkasnya. (*)