Distributor Tiket Bus di Ngawi Kesal Moda Transportasi Dilarang Beroperasi

Distributor Tiket Bus di Ngawi Kesal Moda Transportasi Dilarang Beroperasi

TIMESINDONESIA, NGAWI – Pelaku jalan agen tiket bus pada Ngawi kesal dengan petunjuk larangan beroperasinya seluruh moda transportasi pada musim pegangan lebaran tahun ini.

Rosa Delima, warga Ngawi salah satu pemilik agen tiket bus antar kota antar propinsi (AKAP) yang membuka kios di terminal lama Ngawi merasa kesal dengan susunan larangan beroperasinya bus selama musim mudik tahun ini.

Agen Tiket Bus Ngawi 2

Dikatakan Rosa masa musim mudik tahun berarakan omzet penjualan tiket pada agen miliknya mengalami kemerosotan yang drastis. Menurutnya dengan berlakunya aturan ini bakal lebih menyusahkan usahanya tersebut. “Tahun kemarin saja turun 50 persen, tahun tersebut malah tidak boleh teristimewa, ” katanya kepada TIMES Indonesia, Jumat (9/4/2021).

Rosa berharap ada perhatian lantaran pemerintah terhadap pelaku usaha agen tiket bus dengan terdampak dengan aturan kekangan ini. Dia berharap tersedia kelonggaran dari larangan tersebut. “Kan sudah ada ulangan Covid, seharusnya mudik boleh, ” katanya.

Hal yang serupa juga dirasakan oleh Endro pemilik agen tiket bus AKAP di terminal Gendingan. Menurutnya dengan adanya aturan itu akan mengganggu perekonomiannya. “Kalau bus tidak bisa beroperasi, tidak bisa berniaga tiket, pendapatan saya lantaran mana? ” keluhnya.

Tatkala itu kepala terminal Kertonegoro Ngawi, M. Imron saat dihubungi melalui telepon mengucapkan pihaknya masih menunggu bani regulasi dari Kementerian Perhubungan terkait bagaimana aturan yang akan diberlakukan di pangkalan Kertonegoro Ngawi.

“Belum, karena terminal Kertonegoro kan carik hierarki nya dari Kemenhub, kalau mudik kan jelas dilarang pemerintah tapi untuk aturan-aturan turunannya kan belum dijelaskan, ” ungkapnya.

Serupa diketahui sebelumnya Kemenhub RI telah mengeluarkan aturan pembatasan untuk seluruh moda pemindahan baik umum maupun pribadi selama musim mudik tahun 2021. (*)