Departemen PUPR RI Tata Ulang Tempat Wisata Sejarah Army Dock serta Monumen Trikora Morotai

Departemen PUPR RI Tata Ulang Tempat Wisata Sejarah Army Dock serta Monumen Trikora Morotai

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat (PUPR RI) melakukan penataan di Kawasan Penting Pariwisata Nasional (KSPN) Morotai di Daerah Maluku Utara (Malut) khususnya Tempat Pantai Army Dock dan Monumen Trikora.

KSPN Morotai selain dikenal dengan wisata baharinya karena dikelilingi beragam pulau kecil nan menawan yang lumrah dengan julukan “Mutiara di Menggempur Pasifik” di utara Pulau Halmahera, Malut ini juga punya beraneka macam situs bersejarah.

Lokasinya yang strategis menjadikan Kepulauan Morotai menjadi pilihan benar untuk membuat benteng pertahanan pada saat Perang Dunia (World War), terutama Perang Dunia ke II.

“Dalam tatanan normal baru, Pemerintah meyakini bahwa salah satu sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan lekas adalah sektor pariwisata. Untuk tersebut, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada KSPN yang dihentikan, ” kata Menteri PUPR RI,   Basuki Hadimuljono dikutip dari setkab. go. id.

Lebih lanjut, Menteri PUPR mengutarakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik pembentukan kawasan, jalan, penyediaan air dasar dan air bersih, pengelolaan kotor, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pendirian infrastruktur.

Dengan latar sejarah tersebut, Morotai memiliki banyak sekali peninggalan bersifat artefak perang, sehingga menyimpan daya wisata sejarah.

Untuk diketahui, Pantai Army Dock merupakan titik pendaratan pertama Tentara Sekutu di Morotai di saat Perang Dunia yang kemudian mendirikan sebuah pangkalan militer dalam pantai ini dan sisa-sisa basis militer ini masih bisa terlihat di beberapa bagian pantai.

Meski sudah tidak digunakan sebagai pangkalan tentara, Pantai Army Dock masih lestari ramai dikunjungi dan menjadi lengah satu tujuan wisata favorit pada Morotai.

Monumen Trikora di Morotai sebagai tanda untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora.

Sebab Morotai, tentara Indonesia membangun kekuatannya untuk membebaskan Irian Barat dengan terdapat peninggalan tentara sekutu pasca-Perang Dunia II yang digunakan prajurit Indonesia untuk membebaskan Irian Barat. (*)