Departemen PUPR RI Gandeng Lembaga Usaha untuk Pemeliharaan Jalintim Sumatera di Riau

Departemen PUPR RI Gandeng Lembaga Usaha untuk Pemeliharaan Jalintim Sumatera di Riau

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) mengupayakan pemeliharaan ustaz nasional sepanjang 43 km di ruas Jalan Lin Timur Sumatera (Jalintim Sumatera) di Provinsi Riau menggunakan skema Kerja Sama Negeri dengan Badan Usaha (KPBU).

Dikatakan Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono pemeliharaan Jalintim di Riau ini pada rangka mempertahankan fungsi hidup raya termasuk jembatan.

“Jalan ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan juga menjaga inflasi. Kalau hidup rusak, inflasi naik karena menyebabkan biaya logistik menjadi lebih mahal, ” ujar Menteri Basuki dalam rencana Penandatanganan Perjanjian Kerja Persis Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalintim Sumatera di Provinsi Riau di Auditorium Kementerian PUPR RI, Senin (12/4/2021).

Kesibukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Persis Proyek KPBU Kegiatan Pelestarian Jalintim Sumatera di Provinsi Riau di Auditorium Kementerian PUPR RI, Senin (12/4/2021)(Biro Komunikasi Publik  Kementerian PUPR RI)

Turut Hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal PUPR MENODAI Mohammad Zainal Fatah, Penilik Jenderal PUPR RI T. Iskandar, Direktur Jenderal Membentuk Marga Hedy Rahadian, Eksekutif Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Order Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto, Staf Mampu Bidang Keterpaduan Achmad Gani Ghazaly, Staf Ahli Bagian Teknologi, Industri dan Dunia Endra S. Atmawidjaja & Kepala Biro Komunikasi Jemaah Krisno Yuwono.

Aapun lingkup pekerjaan proyek ini mengungkung pemeliharaan Jalintim Sumatera di Provinsi Riau sepanjang 43 km, perbaikan empat jembatan sepanjang 60 m serta pembangunan satu unit Kemudahan Unit Pelaksana Penimbangan Organ Bermotor (UPPKB). Ruas ustaz yang dipreservasi meliputi Timah Simpang Kayu Ara (Pekanbaru) – Batas Kabupaten Pelalawan sepanjang 3, 6 km, Jalan Batas Pelalawan berantakan Sikijang Mati 9, 1 km dan Jalan Sikijang Mati – Simpang Lago 30, 3 km.  

Keempat buah jembatan yang direhabilitasi berada di Hidup Sikijang Mati – Simpang Lago yakni Jembatan Sei Kelapas 18 m, Jembatan Sei Kiap 18 m, Jembatan Kerinci Kecil 10 m dan Jembatan Kerinci Besar 14 m. Kegiatan ini memiliki masa konsesi 15 tahun yang berisi dari 3 tahun kala konstruksi dan 12 tahun masa layanan dengan estimasi biaya investasi kegiatan ialah sebesar Rp 585, 3 miliar. Preservasi dilaksanakan oleh   PT Adhi Jalintim Riau.

Acara Penandatanganan Perjanjian Kegiatan Sama Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalintim Sumatera pada Provinsi Riau di Auditorium Kementerian PUPR RI, Senin (12/4/2021)(Biro Komunikasi Publik  Departemen PUPR RI)

Dikatakan Menteri Basuki pendirian UPPKB sangat penting memikirkan bila tidak ada pengaruh beban yang melalui bulevar tersebut maka ketahananya tidak akan sesuai dengan perencanaan. Untuk itu Menteri Basuki menekankan sangat penting mengoptimalkan keberadaan jembatan timbang pada Jalintim Sumatera di Daerah Riau tersebut.

Pemeliharaan Jalintim Sumatera di Provinsi Riau merupakan proyek KPBU non-tol kedua setelah proyek pemeliharaan Jalintim di Sumatera Selatan.  

Sebelumnya pada agenda 29 Januari 2021, Kementerian PUPR RI  telah menetapkan PT Adhi Karya jadi pemenang lelang untuk rencana KPBU Preservasi Jalintim Sumatera di Provinsi Riau. Pemberian Letter of Award telah dilakukan langsung oleh Gajah PUPR RI pada 22 Februari 2021 lalu bertumbukan dengan   financial close proyek KPBU AP Jalintim Sumatera Selatan. Kemudian pada tanggal 4 Maret 2021 telah dibentuk Badan Daya Pelaksana yaitu PT Adhi Jalintim Riau. (*)